BREAK

Review Film “Jungle” Petualangan di Hutan Beradu dengan Ancaman Kematian

Jungle merupakan film tentang sebuah obsesi Yossi yang berujung pada penyesalan akibat terayu dengan ajakan seseorang bernama Karl yang berkhayal tentang keberadaan suku Indian dan tambang emas di tengah Hutan Amazon.
film jungle
Poster Film JUNGLE via dhakamovie.com
Menyebut judul filmnya saja, saya sudah terbayang film ini akan dibawa kemana. Sebuah petualangan yang saya kira akan sangat menyenangkan, walaupun dalam bertualang yang pasti ada beberapa rintangan yang mengajarkan penonton tentang bagaimana survive di dalam hutan. Seperti layaknya pramuka atau penjelajah yang menemukan kenikmatan tersendiri selama berada disana. 

Tetapi dalam Jungle, petualangan menjadi sangat buruk bahkan harus bertaruh dengan nyawa. Yossi Ghinsberg yang diperankan oleh pemeran tokoh Harry Potter, Daniel Radcliffe menceritakan kisah nyata tentang pengalamannya sendiri di tahun 1980 lewat sebuah novel yang kemudian diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama. 

Yossi adalah mantan tentara Israel yang memutuskan berhenti dan ‘kabur’ karena merasa ini bukan passion-nya. Ia lebih senang dengan kehidupan yang bebas, pergi ke banyak negara serta terobsesi untuk menemukan suku pedalaman dan mencari harta karun. 

Namun, mimpi Yossi terhalang oleh sang ayah yang ingin ia hidup dengan se-ideal orang kebanyakan seperti menamatkan pendidikan, melanjutkan kuliah, bekerja, menikah, punya anak, menjalani kehidupan yang sukses dan lain sebagainya. tapi bagi Yossi semua itu tidak menyenangkan. Ia lebih suka menjalani kehidupannya ‘liar’ tanpa harus menuruti kemauan orang tuanya.

Suatu hari perjalanan Yossi ke Bolivia di Amerika Selatan membawakan banyak pengalaman hidup. Ia bertemu teman-teman baru seperti Marcus yang seorang guru sekolah di Swiss dan Kevin yang seorang fotografer. Ia juga bertemu dengan Karl yang menceritakan tentang Suku Indian di pedalaman Hutan Amazon serta adanya tambah emas yang melimpah disana. 

Mendengar cerita itu, Yossi sangat bersemangat. Ia ingin segera kesana. Tak lupa, ia pun membujuk Marcus dan Kevin untuk ikut bersamanya. Mereka awalnya tidak percaya dan menganggap bahwa suku indian dan tambah emas itu hanya omong kosong Karl saja. Tapi ia berhasil meyakinkan mereka bahwa semua yang diceritakan Karl adalah benar adanya. Walau sempat berselisih akhirnya mereka kompak setuju pergi ke Hutan Amazon bersama-sama. 

Pada awal perjalanan semua berjalan lancar, mereka bertualang sebagaimana layaknya petualang hutan ala-ala pramuka. Tapi masalah mulai datang ketika Marcus yang dianggap terlalu manja itu mengalami masalah dengan kakinya. Dengan kondisi kaki yang bernanah, mereka berpikir tidak akan pernah sampai ke tempat yang mereka tuju sebelum musin hujan tiba. 

Akhirnya, kesepakatan dibuat. Mereka berempat memutuskan melewati sungai dengan rakit untuk mempercepat perjalanan. Ditengah-tengah, Karl yang dari awal sudah menjadi pemandu dan dianggap tahu medan hutan kemudian menunjukan suatu kejanggalan. Kevin mencium gelegat aneh dari Karl yang begitu ketakutan dan tidak bisa mengontrol dirinya selama di rakit tersebut. Ya, Kevin curiga kalau Karl tidak bisa berenang. Hal itu diperkuat dengan tidak maunya Karl kembali melintasi sungai.
bertualang di hutan
Yossi Ghinsberg (screenshot film dok. pribadi) 
Dari sini mereka mulai dilema. Karl menyarankan agar kembali pulang alias tidak melanjutkan perjalanan. Tapi Yossi tetap memaksakan diri menyusuri arus sungai yang deras. Kemudian perjalanan ini akan dilanjutkan oleh Yossi dan Kevin. Karl yang kekeh untuk pulang mengajak Marcus yang harus segera diobati kakinya. 

Kini, Yossi dan Kevin hanya berdua. Melanjutkan perjalanan menyusuri sungai. Namun seperti yang dikatakan Karl bahwa sungai ini sangat berbahaya. Sampai di daerah ngarai, rakit tidak terkendali dan menambrak sebuah batu besar. Kevin berhasil menepi ke sisi sungai tapi Yossi terlanjur terbawa arus. Untungnya ia berhasil naik ke samping bebantuan tebing. Dan disinilah penderitaan Yassi dimulai.

Yossi terpisah dengan Kevin yang kemudian bingung harus kemana lagi. Ia menyusuri hutan selama hampir sebulan tanpa perbekalan, tanpa makanan dan tanpa tenda untuk mencari Kevin dan jalan keluar dari hutan. Betapa ngerinya perjalanan Yossi disini. Lebih dari 3 minggu di hutan sendirian membuat Yossi seperti orang gila. Ia pun beberapa kali bermimpi aneh dan berhalusinasi bertemu dengan seorang wanita pedalaman yang tersesat. 

Satu hal yang yang saya kaget adalah Karl yang memplomori perjalanan ini ternyata ia memang sedang membual. Tambang emas dan suku Indian di tengah Hutan Amazon ternyata hanya kebohongan saja. Karl bahkan dicari oleh pihak kepolisian atas kesalahannya masuk ke hutan secara ilegal dan mengajak turis asing (Yossi dkk) kesana. Mirisnya, Marcus yang ikut pulang ke La paz bersama Karl sampai saat ini hilang dan tidak diketahui keberadaannya.

JANGAN LUPA SHARE KE:

Baca Juga:
Memuat...

Post a Comment

 
Copyright © 2015 :Daffa Ardhan. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates