Merasa Sedih Setelah Bangun Tidur, Kok Bisa?

Sedih setelah bangun tidur

Suatu sore, saya terbangun dari tidur siang. Masih dalam posisi rebahan, saya menatap langit-langir kamar. Saya belum mau terbangun dari kasur karena.. karena ada sesuatu yang membuat saya bingung. Perasaan saya tidak enak. Seperti ada yang menggajal di hati saya. Nafas saya sedikit terisak, tersedu-sedu, seperti orang yang sudah menangis.

Seingat saya, waktu itu saya tidak sedang merasa sedih. Ketika tidur pun saya tidak memimpikan apa-apa. Tapi aura dalam diri saya seperti membawa saya pada perasaan yang sedih. Kejadian itu sebetulnya sudah lama. Terjadi pas SMA, kalau tidak salah, berarti bener. Dan anehnya terjadi beberapa kali.

Selama ini saya berusaha mencari tahu kenapa saya bisa merasakan perasaan sedih yang aneh itu. Saya sebut aneh karena sedihnya tidak beralasan. Tiba-tiba saja, terbangun dari tidur dan merasa sedih.

Orang lain kan sedih pasti ada alasannya. Entah sedih karena orang tua sakit, sedih karena liat film atau sedih karena ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.

Ada beberapa orang yang mengalami hal yang sama. Merasa sedih setelah bangun tidur. Tapi bedanya, saat tidur mereka bermimpi sesuatu yang menyedihkan. Misalnya bermimpi bertemu almarhum orang tuanya. Kemudian tiba-tiba terbangun dan merasa sedih. Kalau itu sedihnya wajar dan cukup beralasan ya.

Nah, kalau saya, sama sekali tidak bermimpi apa-apa, tapi merasakan perasaan yang sedih. Bingung kan? Saya akhirnya mencari informasi, bercerita pada teman, bahkan mencari jawaban yag sekiranya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Saya hanya menemukan satu jawaban yang menarik dari seorang member Quora. Dia menulis:

Different feelings twirl in our mind and body when we get up from sleep. This is simply because of the bodily activities that start functioning as soon as you wake up. A good example of feeling sad after waking up is that of my father. 

He says he takes few seconds to realise where he is and why does he exist.. Though this sounds little esoteric, this is somethingt that happens to many people. A feeling of disintegration, loss of direction feeling of sadness, and most interestingly to feel like a baby for some seconds.

Kurang lebih maksudnya, perasaan-perasaan yang muncul setelah bangun tidur merupakan kondisi yang wajar dialami banyak orang. Itu terjadi karena tubuh belum bisa langsung menyesuaikan diri. Akhirnya tubuh secara random mengeluarkan perasaan-perasaan yang selama tidur berputar-putar dalam pikiran.

Secara kebetulan perasaan yang keluar dari pikiran saya waktu itu adalah perasaan sedih. Tidak menutup kemungkinan perasaan-perasaan lain akan muncul. Tapi sekali lagi, kebetulan saja ketika bangun itu hanya sedih yang muncul dalam pikiran saya.

Tapi itu tidak akan berlangsung lama. Setelah tubuh dapat menyesuaikan diri, barulah perasaan-perasaan aneh itu akan hilang. Saya tidak tahu itu ilmiah atau tidak. Tapi menurut saya jawaban Himashree Sarma cukup masuk akal.

Ada satu jawaban lain yang lebih saintifik. Tapi jawaban itu hanya menjawab, kenapa kita merasa sedih tanpa alasan? Singkatnya ada beberapa sebab. Diantaranya karena bisa jadi kita sedang depresi akan sesuatu, teringat memori buruk, atau pernah merasa kehilangan seseorang.

Tapi itu tidak memberikan jawaban yang relevan dengan apa yang terjadi pada saya karena posisinya saya baru saja bangun tidur, bukan dalam kondisi sedang beraktivitas.

Tapi saya coba berpikir lagi. Berpikir sambil memgawang-ngawang. Mencoba mengingat-ingat mungkin memang ini ada kaitannya dengan hal-hal yang terjadi di masa lalu saya.

Apakah dulu ada sesuatu yang selama ini membawa saya sedih? Ternyata memang ada. Tapi hal yang sedih itu sudah terjadi cukup lama dan saya sudah tidak memikirkan kejadian itu.

Kejadian menyedihkan yang sudah berbulan-bulan berlalu dan saya pun sudah lupa dengan kejadiannya. Tapi mungkin alam bawah sadar saya masih mengingat kesedihan itu.

Akhirnya memori sedih itu tiba-tiba muncul disaat yang tidak tepat. Hmm.. Apa benar begitu? Saya tidak tahu itu benar atau tidak. Itu cuma sekedar tebak-tebakan saya saja.

Apa kalian pernah merasakan apa yang pernah saya rasakan juga?

Foto: oprah.com

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram