BREAK

Opini

Review

Fiksi

Sebuah Komitmen Menulis Setiap Hari

Semenjak mengenal dunia menulis, saya sudah pernah membayangkan bahwa hobi ini bisa menghasilkan uang. Namun dalam prosesnya saya mengerti bahwa untuk mendapatkan uang dari menulis tidaklah mudah. 

Ada ketekunan super extra madraguna yang perlu dilakukan. Seperti yang pernah dilakukan penulis-penulis besar macam Dewi Lestari, Andrea Hirata atau Tere Liye. Mereka mengadu nasib dari menulis buku. 

Kita tahu sendiri bahwa untuk menciptakan mahakarya sebuah buku butuh proses yang panjang dan lama. Serta yang terpenting, piawai dalam menulis. Mereka harus punya jam terbang yang tinggi dalam kepenulisan untuk menciptakan tulisan yang diaangap baik dan enak dibaca.

menulis setiap hari

Rasanya jauh sekali ketika terbesit dalam pikiran saya untuk mengikuti jejak mereka. Maka selayaknya yang saya tahu, ada cara-cara kecil yang bisa saya tempuh untuk mengubah tulisan menjadi uang. 

Langkah yang sangat panjang saya lakukan. Hal yang paling termudah adalah dengan semakin megembangkan kemampuan menulis. Bagi saya menulis adalah sebauh investasi jangka panjang. Maka saya berusaha berkomitmen pada diri saya untuk senantiasa menulis setiap hari. Ya, setiap hari. 

Itu saya lakukan dengan menulis sebuah ‘diary digital’ dalam bentuk note atau saya terbiasa menulis tulisan-tulisan kecil, cerita sehari-hari, curhatan pribadi, atau sebuah rencana yang ingin saya gapai dalam file microsoft word. 

Saya sudah lakukan itu selama kurang lebih 3 tahun terakhir ini. Walaupun berkali-kali saya melanggar komitmen saya untuk menulis setiap hari karena alasan tertentu yang semua penulis amatir tahu: malas dan sedang tidak mood menulis.

Kalau sodara-sodara sekalian ingin tahu atau tempe, saya punya sebuah file ms. Words berjudul ‘catatan kaki’ yang jumlah halamannya sudah mencapai 260 halaman. Halaman setebal itu isinya hanya tulisan ga jelas yang pada intinya saya ingin meningkatkan kuantitas tulisan saya walaupun secara kuliatas tidak bisa di pertanggung jawabkan.

Saya juga punya lebih dari 350 file tulisan di ms.word yang memenuhi folder laptop dan flashdisk saya. Hampir separuhnya adalah tulisan saya yang ditulis dalam keadaan super badmood. Dari file tulisan sebanyak itu sebagiannya adalah tulisan fiksi seperti novel, cerpen, puisi, sajak, dan naskah drama, sisanya adalah tulisan opini, essai, review dan tulisan rewrite dari buku yang saya baca.

Sebagian file tulisan ada yang sudah selesai ditulis, kemudian saya posting di blog, ada yang dikirim ke koran, ada yang dikirim ke citizen media seperti Kompasiana dan Qureta, serta ada juga yang dikirim kontributor portal web. Separuhnya lagi lebih banyak yang menganggur karena isi tulisannya hanya mentok di tengah jalan.

Tapi pada dasarnya, saya tetap memegang komitmen: menulis setiap hari. Terlepas dari apapun konten tulisannya. Saya merasa harus lebih banyak belajar bila ingin terus mengembangkan kemampuan menulis. Bermimpi untuk seperti Dewi Lestari masih sangat jauh. 

Apalagi berpikir untuk mengantungkan nasib finasial saya di masa depan pada kegiatan menulis. Masih jauh. Jauh sekali. Kenapa saya memaksakan diri menulis setiap hari? Lelah kah? Lelah sekali. Pusing kah? Pusing sekali. Menyita waktu kah? Cukup menyita waktu kawan.

Akan tetapi, seperti  yang saya katakan di awal, bahwa perlu ketekunan extra mandraguna untuk menggapai itu semua. Perlu pengorbanan yang besar untuk mengasah pisau semakin tajam. Perlu ada konsistensi untuk mengubah pena semakin runcing dalam menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan. 

Sampai akhirnya ini akan jadi jejak yang baru. Ketika kerjakeras sudah dikerjakan, percaya bawah kebiasaan baik yang saya lakukan, terlepas dari keterpaksaan atau bukan, akan membuahkan hasil yang manis. Semanis senyuman kamu. Iya, kamu.

x

Melihat Masyarakat Indonesia Dalam Ketertarikannya Pada Asuransi Jiwa

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas maupun banyaknya sumber masalah yang menganggu kesehatan masyarakat ikut mempengaruhi kesadaran tentang betapa pentingnya asuransi jiwa. 

Terlebih ketika semua orang sadar bahwa perlindungan diri terhadap hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dan kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit cukup memberikan ketakutan tersendiri bagi sebagian masyarakat. 
asuransi jiwa

Masalahnya, ketika salah satu orang tersayang kita meninggal, maka ada beban ekonomi yang perlu ditanggung. Masyarakat tahu bahwa kondisi ekonomi mereka tidak bisa memberikan jaminan terhadap kemungkinan buruk yang bisa terjadi di masa depan. 

Maka selama ini masyarakat baru menyadari bahwa ketakutan itu bisa sedikit terobati dengan kesadaran bahwa ada sebuah perusahaan yang bergerak untuk memberikan jaminan terhadap masa depan yang tak terduga. 

Perusahaan ini disebut sebagai asuransi jiwa. Di indonesia sendiri, industri asuransi jiwa terus memperlihatkan progres yang positif. 

Dikutip dari swa.co.id, berdasarkan data yang dihimpun oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dari berbagai asuransi, hingga kwartal pertama tahun 2017, total pendapatan industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan 16,4% menjadi senilai Rp 56,96 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 48, 94 triliun.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa masyarakat modern sekarang, entah yang berada di lingkungan pusatperkotaan atau daerah pinggiran juga mengalami perubahan prilaku dalam menanggapi angka kecelakaan dan berbagai penyakit bisa saja menimpa mereka. 

Perubahan prilaku ini berdampak pada kesadaran masyarakat bahwa mereka perlu memiliki asuransi jiwa. Jangankan tahun depan, hari esok saja bagi seseorang adalah sesuatu yang misteri sebab masa depan seseorang tidak dapat diprediksi secara mutlak. 

Hal-hal yang tidak terguga ini memberi ancaman tersendiri teutama pada hal-hal yang tidak diinginkan seperti ternganggunya kesehatan yang berujung pada kematian.

Meningkatnya kesadaran orang-orang tentang asuransi jiwa menjadi peluang yang besar bagi pengusaha asuransi untuk semakin mengembangkan industri asuransi jiwa di Indonesia. 

Asuransi jiwa memberikan keyakinan pada setiap masyarakat untuk terhindar dari segala kekawatiran terhadap nasib finasial mereka ketika salah satu anggota keluarga dalam hal ini ayah sebagai tulang punggung keluarga misalnya sakit atau meninggal dunia. 

Dengan tingginya minat masyarakat terhadap asuransi jiwa. Saya yakin prospek kedepannya, industri asuransi jiwa di Indonesia akan terus mengelami perkembangan pesat seiring dengan kesadaran masyarakat indonesia yang semakin sadar dalam proteksi diri untuk kepentingan mereka di masa depan.

Image via Flickr

Mau Belajar Nulis? Harus Mulai dari Mana?

blogger

Ada sebagian orang yang merasa tertarik untuk belajar menulis. Menulis disini maksudnya bukan belajar menuliskan huruf-huruf abjab dalam bentuk tulisan ya. 

Tapi menulis disini artinya mengungkapkan apa yang ada pikiran dalam bentuk sebuah karya tulis, baik itu karya sastra, cerpen, puisi, atau non fiksi seperti esai dan opini. 

Nah, banyak sekali orang bingung harus memulai belajar menulis dari mana. Kalau dilihat dari luar, menulis itu sepertinya mudah. Padahal tidak seperti itu. 

Menulis butuh skill untuk merangkai dan menggabungkan kata demi kata ke dalam tulisan yang disusun rapih sehingga pesan yang ingin sampaikan kepada pembaca bisa diterima serta memberi manfaat dan pengetahuan baru. 

Mungkin ada yang merasa bingung harus memulai belajar nulis dari mana? Bagi seorang pemula ada beberapa media yang mudah di praktekan sebagai tempat untuk belajar mengembangkan kemampuan menulis. Diantaranya:

1. Menulis Diary

Ada yang menganggap menuli diary adalah kegiatan yanag kuno. Padahal percaya atau tidak seorang penulis besar sekalipun pasti memulai kebiasaan menulis dari disini. Setidaknya kebiasaan menulis itu selalu dimulai dari hal-hal kecil. Seperti enulis diary misalnya.

Untuk sekarang ini memang sudah tidak zaman lagi menulis diary. Tapi, diary yang dimaksud bukan berupa buku tebal, tapi diubah medianya ke dalam bentuk tulisan digital. Konteksnya tetap sama yaitu ‘curhatan pribadi’, hanya saja tulisan itu bisa kita tulis di Laptop di Ms word atau smartphone melaui aplikasi notes.

Ya, yang namanya diary pastinya isi dari curhatannya tidak bisa dibaca oleh orang lain. Hanya kita dan tuhan yang tahu isinya. Jadi menulis diary itu bisa jadi sarana mengasah kemampuan menulis paling mendasar dimana kita tidak perlu malu tulisannya kita jelek atau tidak karena toh yang baca hanya kita saja.

Menulis diary juga jadi proses kita untuk percaya diri, membiasakan menulis. Menulis diary bisa mengajarkan kita untuk terbuka pada diri sendiri dan menghiraukan segala hal yang kita anggap memalukan. 

Kalau nulis cerpen butuh ide atau imajinasi, kalau nulis opini butuh mikir keras, kalau nulis essai butuh riset. Sedangkan nulis diary kita tidak butuh apa-apa selain mengeluarkan uneg-uneg yang ada di kepala. jadi nulis diary itu bisa jadi sarana paling mudah buat belajar nulis.

2. Menulis di berbagai platform


Sekarang ini, menulis di internet bukan hanya di blog. Sebetulnya ada media yang lebih menarik dari sekedar menulis di blog. Salah satunya adalah sebuah platform citizen media bernama Kompasiana.com. Dengan menulis di media umum seperti itu, kesempatan untuk dibaca lebih baca orang lebih terbuka lebar.

Kanda pribadi, agak kurang menyarankan untuk menulis di blog karena blog itu punya satu kelemahan yaitu tingkat keterbacaannya yang rendah, terutama jika kita adalah blogger yang awam dimana kita belum punya koneksi dan loyalitas dari pembaca. Jadi kesempatan untuk mendapat jumlah pembaca yang besar sangat kecil. 


Berbeda jika kita menulis di Kompasiana dimana disana kita bisa saling belajar bersama dalam mengembangkan kemampuan menulis bersama belasan ribu citizen media lainnya. Selain menulis kita bisa saling benangggapi dan saling berkomentar. 

Disana juga kita bisa mengikuti lomba-lomba yang sering diselenggarakan oleh pihak Kompasiana dengan hadiah yang cukup menggiurkan.

Atau kita juga bisa bergabung dengan Qureta.com. Apa itu?

Sama seperti Kompasiana, hanya saja setiap tulisan yang di kirim ke Qureta harus melewati proses editing oleh editor. Qureta memiliki beberapa aturan kepenulisan yang menuntut kita untuk menulis dengan rapih, mematuhi ejaan bahasa indonesia yang baik dan minim kesalahan penulisan (typo). 

Sebetulnya tidaklah sulit untuk lolos seleksi oleh editor. Cukup mematuhi aturannya maka tulisan kita akan segera di posting. Jika tidak, tulisan akan dikembalikan kepada kita dan editor meminta agar tulisan di edit lagi. 

Selain menulis di blog daffaardhan.com, saya juga suka menulis di Kompasiana dan Qureta juga. Silahkan yang mau baca-baca tulisan saya disana baca aja, gratis. Klik link dibawah ini:
Kompasiana.com/daffaardhan
Qureta.com/profile/daffaardhan


3. Menulis di Media Sosial

Media sosial jadi tempat yang paling familiar buat kita. Bila biasanya status facebook diisi dengan curhat, atau kata-kata mutiara, maka coba sesekali menulis gagasan pendek ke dalam status kita. 

Yang namanya belajar menulis itu bertahap. Kita bisa menulis tulisan pendek kurang lebih 200 kata di Facebook atau media sosial lainnya. Tulis sesuatu yang ringan. 

Kalau biasanya kita hanya nulis curhat pendek,coba belajar untuk menulis ‘curhat’ secara dekskriptif dimana penjelasannya diungkapkan sedikit lebih mendetail.

4. Nulis Wablog

Bagi yang tidak punya komputer atau laptop. Kita bisa gunakan blog namun versi yang lebih ringan, namanya wapblog. Wapblog ini sama seperti blog. Hanya saja kita bisa menulis dengan lebih mudah di hp kita. Blog yang ada sekarang memang kurang mendukung kita untuk menulis di smartphone. 

Nah, wapblog ini memberikan sedikit kemudahan untuk menulis maupun mengatur tampilannya. Menulis di wapblog juga lebih fleksibel karena bisa dilakukan dimana mana tanpa ribet haras membawa laptop yang besar. 

Hal yang perlu pembaca tahu bahwa menulis itu bukan masalah bakat, tapi masalah jam terbang dan bagaimana pintar-pintarnya kita saja dalam mengasah kepekaan terhadap ide dan gagasan lalu menuangkannya dalam bentuk tulisan. Ya, intinya menulis itu bukan masalah bakat, tapi ketekunan.

saya ingat penulis kondang Amerika Serikat, J.K Rowling pernah berkata bahwa mulailah dengan menulis hal-hal yang kita ketahui. tulislah tentang pengalaman dan perasaan kita sendiri.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai belajar nulis mulai dari sekarang!

“Ikatlah ilmu dengan menulis.” – Ali Bin Abi Thalib

Bisa Mandi Walaupun Tidak Ada Air


Sudah 2 bulan terakhir ini rumah tempat hayati tinggal tidak ada air. Penyebabnya sumur yang dipasangi sanyo sudah terlampau kering. Sesekali keran di rumah mengeluarkan air, tapi hanya sedikit. Tidak cukup untuk mandi junub tiap malam dan main air di kolam bebek.


Musim kemarau menjadi sumber yang patut disalahkan karena sumur dari air tanah sangat bergantung pada intesitas hujan. Akan tetapi, hayati tidak kehabisan akal. Ia berpikir keras lalu menemukan beberapa metode agar kekeringan air ini bisa di siasati.

Pergi ke Mall Terdekat..

Walaupun sama-sama memanfaatkan air dari bawah tanah, tapi percaya atau tidak, Mall tidak pernah kekeringan air di musim kemarau sekalipun. Sumur bor yang mereka buat mungkin sangat dalam sampai ke ujung lapisan terdalam bumi sehingga sumber air sudekat dapat di jangkau sampai ke akar-akarnya.

Siang hari dalam estimasi waktu 1 jam sebelum berangkat kuliah, hayati sudah datang lebih dulu. Bukan datang ke kampus, tapi datang ke Mall terdekat. Kebetulan rumah hayati memang tak terlalu jauh dengan Mall. Jadi disana hayati tidak berbelanja atau cuci mata tapi segera pergi ke WC dan mandi disana. Segarrr.....

Numpang Mandi di Rumah Teman..
Sebetulnya, hayati malu mengakui ini. Tapi apa mau dikata, ini mesti dilakukan demi kesejahteraan jiwa dan raga. Agar tidak malu, hayati mensiasatinya dengan menginap di rumah teman. 

Alasannya simpel, ingin mempererat silaturahmi dengan teman-teman terbaik. Sungguh mulia niat cadangan hayati. Ya, itu cuma niat cadangan, niat utamanya ingin bisa mandi saja disana.

Pergi ke SPBU..
Bukan, bukan! Hayati bukan mau beli bensin apalagi berniat untuk menyiram diri dengan pertamax lalu beratraksi bakar diri. Itu gila!

Pertamax mahal coy! Mending pake premium *eh walaupun premium sudah mulai punah

Hayati sadar bahwa SPBU masa kini selalu menyediakan WC umum yang barang tentu bisa dimanfaatkan sumber airnya. Cukup membayar 2 ribu rupiah pada kotak amal yang tesedia, hayati bisa mandi sepuasnya.

Mandi Pakai Air Galon..
Bila sudah kelewat batas, butuh air ditengah malam, sudah tak mungkin ke rumah teman, nyimpang ke SPBU atau jalan-jalan ke Mall, maka cara praktis dan paling higienis adalah menggunakan air dalam galon.

Diam-diam, ketika semua warga rumah tertidur, hayati keluarkan air dari dispenser. Sedikit demi sedikit menggunakan gelas lalu dituangkan ke dalam ember kecil. Selepas itu, hayati bawa ke kamar mandi, memakainya untuk menyiram tinja ber-aroma mayat.

Mandi dengan Tisu Basah..
Menurut legenda kuno, konon katanya tisu basah sering digunakan orang-orang kemping sebab penggunaannya yang sangat portable. Tisu basah dipercaya dapat membersihkan daki-daki yang sudah mengerak dan membantu dalam kulit. Dalam keterangannya, tisu basah mengandung anti bakteri yang bisa membunuh kuman.

Sejuta manfaat inilah yang selalu diabadikan sebagai cara terhebat ketika musim kemarau melanda makhluk tuhan yang paling seksi..

image by pixabay

Pekerjaan yang Dianggap Sebelah Mata tapi Ternyata Luar Biasa

satpam

Kita sering memimpikan cita cita yang besar. Cita cita yang kita anggap akan menjadi keren dan membanggakan orang tua. Hal yang paling mungkin dalam meraih cita-cita adalah mendapatkan pekerjaan yang kita sukai.

Tapi kenyataannya tidak semua orang bisa medapatkan pekerjaan yang paling diinginkan. Banyak hal yang mempengaruhi seperti bakat, pendidikan dan kemampuan finansial. 

Terkadang ada beberapa bidang pekerjaan yang dianggap sebelah mata. Pekerjaan yang mungkin tidak diinginkan oleh banyak orang. Tapi nyatanya pekerjaannya ini adalah pekerjaan yang luar biasa. Ga percaya? Ini dia! 

1, Tukang Angkut Sampah
Pekerjaan ini tidak bisa dibilang mudah. Terkadang mereka harus sedikit mengorbankan kesehatan mereka karena setiap hari harus terpapar oleh sampah yang penuh kuman dan penyakit. 

Jangan dianggap sebelah mata, pekerjaan ini cukup vital dalam kehidupan sehari-hari karena setiap rumah pasti butuh jasa mereka. sampah rumah tangga menyumbang sampah terbesar yang paling sering mereka angkut. Bayangkan di dunia ini jika tidak ada tukang angkut sampah? siapa yang akan mengumpulkan sampah-sampah  di rumah kita? kecuali sampah masyarakat ya. itu sih buang aja ke laut.

2. Tukang Sevice Sepatu
Saat sepatu rusak, sobek atau lem karetnya lepas, maka tukang service jadi andalannya. Ini lebih baik daripada harus membeli yang baru. 

Selain lebih murah, terkadang banyak orang yang terlanjut sayang dengan satu jenis sepatu sehingga enggan untuk membeli sepatu dengan jenis yang lain sebab sepatu itu bukan masalah bagus atau tidaknya, tapi seberapa besar nilai historis dari sepatu lama kita itu. 

Pekerjaan ini sulit dan memperlukan ketelitian. Salah sedikit sepatu malah akan tambah rusak. Jika sampai rusak, bukannya dibayar, malah akan disuruh mengganti sepatu yang sedang diperbaiki.

3. Satpam
Pekerjaannya ini menyita waktu yang panjang terutama jam tidur. Seorang satpam komplek atau perumahan harus bisa sigap terhadap keamanan warganya karena mereka dibayar untuk melakukan itu.

Ada satpam yang harus menunggu selama seharian, dan sesekali melayani orang-orang untuk wajib lapor. Tanggung jawabnnya satpam juga besar. Jika ada orang yang tidak berniat baik masuk sebuah gedung atau perumahan maka satpam yang akan paling di salahkan.

4. Pengamen Jalanan
Pekerjaannya menantang dan penuh resiko. Banyak sekali kemungkinan terburuk yang bisa terjadi seperti tidak di anggap oleh pacar pengunjung, di PHP-kan karena disuruh nyanyi sampai selesai tapi ternyata ga dikasih uang, diberi duit seribuan yang sobek tiga bagian, sampai diusir secara tidak hormat.

mereka juga perlu memiliki jam terbang yang panjang untuk menghafal setiap rilik lagu dan memainkan alat musik gitarnya agar profesionalisme mereka diakui oleh beberapa rumah makan yang mereka datangi.


5. Cleaning Service
Pekerja Cleaning Service mudah ditemui di gedung suatu perusahaan, Rumah Sakit atau Mall. Siapa kira pekerjaan ini mudah? Pekerjaan ini memerlukan ketelatenan extra. Bila sedang ngepel, mereka harus bersabar lantainya harus terus diinjak-injak lagi oleh orang yang berlalu lalang. 

Adapun CS yang bekerja pada bagian pertoiletan. Diperlukan ketahanan terhadap bau pesing akibat dari pencemaran air kencing dan pup yang berakumulasi dari ratusan pengunjung yang bolak-balik ke WC setiap harinya. Belum lagi ada oknum pengunjung WC yang tidak menyiram tinja mereka dengan bersih serta bekas pembalut yang berserakan.

Sebetulnya, semua pekerjaan tidak ada yang buruk. Selama pekerjaan tersebut didapat dari cara-cara yang halal dan tidak merugikan orang lain, tidak ada yang menjadi masalah.Semua pekerjaan punya kesulitannya masing-masing dan apa yang kita anggap sebagai pekerjaan yang biasa-biasanya belum tentu kita bisa dan mau melakukannya. 

Jadi mulailah untuk menghargai mereka yang bekerja, apapun pekerjaannya, semua itu dilakukan atas dasar yang baik: mencari nafkah untuk keluarga.

Image by pixabay.com

Dilema Pengusaha dan Hedonisme


hedonisme
Banyak sekali yang mengkritik orang-orang yang hidup hedonis. Tapi percaya atau tidak, setiap orang, termasuk orang yang mengkritik hedonis tersebut juga melakukan prilaku hedonis.

Sebenarnya, setiap orang punya sisi hedonis, hanya saja takaran hedonisnya yang berbeda-beda. Setiap orang punya rasa kecintaan mereka pada kehidupan duniawi dimana tujuan-tujuan kebahagian memang datang dari sana.

Hedonis sering dikaitkan dengan hidup konsumtif. Mendewakan tempat-tempat hiburan, tergila-gila dengan membeli barang yang sesungguhnya kurang perlu.

Tapi dibalik itu, ada pengusaha-pengusaha yang selalu mencari keuntungan dari bisnis yang mereka buat (Agar lebih sopan, kata ‘keuntungan’ boleh diganti dengan kata ‘mencari rezeki’)

Cara-cara seseorang atau pengusaha 'mencari rezeki' ini dengan membuat suatu usaha atau jual beli. Tidak asal menjual, tapi diperlukan teknik marketing yang baik.

Dalam teori kewirausahaan, ada yang disebut mental pengusaha. Di dalamnya terdapat kegigihan, pantang menyerah dan cerdas dalam mengolah situasi bisnis yang ingin dicapai.

Seringkali disadari atau tidak, cara-cara pengusaha dalam mengembangkan bisnisnya tidak pernah mempertimbangan sisi moralitas konsumen. Pada intinya, bisnis adalah mencari keuntungan. Jika pebisnis fokus pada nilai moral yang dianut maka keuntungan tidak akan didapat.

Maksudnya, ketika seorang hidup glamor, pakaian mahal, makanan mewah atau membeli segala sesuatu yang kita inginkan maka itu akan dipandang hedonis. Tapi tahu kah kita bahwa bila dilihat dari sudut pandang pengusaha hal itu adalah baik? Kenapa? Karena pengusaha akan memperoleh keuntungan dari setiap barang yang dibeli dari si hedonis.

Misalnya, ada pengusaha pakaian, lantas ada orang yang hobi belanja pakaian. Bisa saja orang yang hobi belanja itu dipandang hedonis, tapi bagi pengusaha sikap hedonisnya yang sering beli pakaian justru dipandang baik karena semakin sering membeli pakaian maka pengusaha pakaian akan untung.

Bisnis bisa disebut sebagai salah satu sumber hedonisme. Orang terlalu cinta dengan kehidupan dunia, jarang pergi tempat ibadah tapi malah memilih pergi ke Mall atau Bioskop. Jika ada orang seperti itu maka bagi pemilik usaha Mall dan bioskop justru dipandang bagus dan menguntungkan.

Jadi seorang pengusaha atau pebisnis kurang cocok jika harus mengkritik soal hedonisme. Karena di dalam bisnis ada tehnik marketing yang memaksa orang-orang untuk hedonis. Tentu pengusaha tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena selalu ada lingkaran setan yang menghantui alur pengusaha. apa itu?

Didalam bisnis ada karyawan. Karyawan sangat bergantung pada bisnis yang dimiliki pengusaha. Jika pengusaha merugi maka cepat atau lambat karyawan akan dipecat dan tidak memiliki pekerjaan. Jika tidak memiliki pekerjaan otomatis tidak bisa membeli kebutuhan pakaian dan tidak bisa pergi ke temapat hiburan seperti bioskop.

Jika tidak bisa membeli pakaian dan tidak bisa pergi ke tempat hiburan otomatis bisnis pakaian di Mall dan Bioskop akan merugi. jika Mall dan Bioskop merugi perekonomian akan lemah dan perputaran uang suatu daerah akan memburuk.

Pada akhirnya kembali lagi, ekonomi suatu negara tidak akan maju karena daya beli masyarakat yang rendah. Perputaran itu berjalan begitu terus. itulah yang disebut lingkaran setan yang tidak pernah usai. sampai kapan? Entahlah. Mungkin sampai upin-ipin poligami.

Ilustrasi gambar: siradel.blogspot.com

Susahnya Jadi Kontributor Portal Web

portal web
wikipedia  
Di artikel sebelumnya, kanda sempat membahas alasan banyak portal web membuka lowongan kontributor.

Yang kanda tahu, Ada beberapa portal web yang membuka lowongan kontributor dan siap membayar tulisan kita dengan harga yang cukup untuk beli tiket ke bioskop + beli popcorn dengan catatan tidak ajak selingkungan.

Contohnya  UCNews, Babe dan JalanTikus. Kanda coba daftar semuanya, tapi tidak ada yang digeluti secara serius. Bahkan kanda hanya menulis 2 tulisan yang terbit kemudian tidak bersemangat menulis lagi. Lantas masalahnya apa?

Perlu diketahui menulis di kontributor itu banyak tantangannya dan rasio tidak diterimanya lebih besar. Portal web yang sudah punya nama punya puluhan ribu kontributor. Sedangkan dalam sehari, portal web hanya menerbitkan beberapa tulisan saja. Jelas, menjadi kontributor ini sulitnya bukan main.

Kalaupun bisa, tulisan berhasil terbit, ya alhamdulillah. Tapi di situs seperti IDNTimes perlu perjuangan keras untuk mendapat uang sebesar 50 ribu saja. Kita harus mengumpulkan sejumlah poin kemudian kalau sudah terkumpul banyak bisa ditukar dengan sejumlah uang. Dan untuk mengumpul 5000 poin untuk 50 ribu itu tidak semudah yang  dipikirkan.

Ada beberapa portal web yang tidak membayar sama sekali. Tapi ini kembali pada niat kontributornya. Mau nulis untuk dibayar, atau nulis dengan ikhlas atas dasar hobi dan ingin tulisan kita dibaca banyak orang.

Sebetulnya, kontributor ini tidak jauh berbeda dengan ‘kontributor’ tulisan di media cetak seperti koran dan majalah. Kalau boleh dihitung-hitung malah bayarannya cukup lebih besar daripada mengirim tulisan ke portal web.

Tapi, Keduanya punya persaingan yang sama-sama ketat. kalau orientasi utamanya ingin mendapat uang, ya lebih bagus kirim ke portal web dan media cetak. Bila ingin sekedar mendapat uang jajan yang tak seberapa, melamar saja jadi content writer (penulis tetap) di beberapa blog atau web kecil yang punya niche khusus.

Walaupun bayarannya lebih kecil tapi tulisan kita dijamin bisa terbit asalkan kita bisa mengikut aturan main dari si admin blognya.




Alasan Dibalik Banyak Portal Web Membuka Lowongan Kontributor

Bagi yang belum tahu, Kontributor atau lebih lengkap lagi dipanggil Kontributor Penulis adalah sebuah pekerjaan lepas dimana kita akan dibayar pada setiap tulisan yang berhasil terbit di sebuah portal web.

Caranya kerjanya cukup simple. Kita menulis, kirim ke redaksi portal web, tunggu, bila disetujui kita akan diberi upah atau honor. Prosedurnya mirip seperti kita mengirim tulisan ke koran atau majalah.
kontributor
pixabay.com
Sekarang ini banyak sekali portal web yang dulunya hanya memperkerjakan content writer (penulis tetap) untu mengisi setiap artikel.

Tapi sekarang banyak pula yang membuka diri untuk ‘mengizinkan’ para netizen yang kebetulan hobi menulis agar bisa berkontribusi membuat tulisan. Jadi kita di tantang agar tidak hanya bisa membaca, tapi bisa menulis pula.

Ada beberapa portal web yang memberikan honor lumayan untuk setiap tulisan yang kita kirim, lolos seleksi dan terbit di web mereka.

Misalnya UC News dan Babe yang membayar sekitar 50 ribu per artikel yang terbit. Adapula IDNTimes yang lebih bermain dengan jumlah poin, jika sudah masuk besaran poin tertentu kita bisa mencairkan poin itu menjadi sejumlah uang.

Lalu, kenapa sekarang ini banyak sekali tawaran dari berbagai web untuk menjadi kontributor penulis? Kira-kira ini analisanya:

1. Memberi kesempatan bagi orang yang suka menulis
Bagi sebagian orang, menulis adalah kesenangan. Banyak orang yang suka menulis pandangannya tentang satu hal atau sekedar menulis curhatan pribadinya di berbagai media.

Mereka tidak bayar tapi tetap mendapat kepuasaan batin ketika tulisannya di baca banyak orang. Nah, portal web membuka wadah bagi orang-orang yang suka menulis untuk berkarya lewat tulisan seluas-luasnya tanpa dibatasi oleh profesi atau latar belakang kita di masyarakat.

2. Tulisan lebih variatif
Karena artikel ditulis oleh umum, maka jumlah penulis akan sangat banyak. Siapa saja bisa menulis di portal web.

Tulisan akan jauh lebih beragam karena setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda dalam menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan sehingga membuka kontributor untuk umum bisa memberikan keuntungan sendiri bagi sebuah portal web dengan bervariatifnya pilihan artikel yang bisa di terbitkan.

3. Pemberian honoh atau upah lebih murah
kontributor penulis atau bisa disebut penulis lepas tidak memiliki keterkaitan dengan perusahaan atau portal web yang bersangkutan. Mereka tidak diberi gaji bulanan, bonus atau tunjangan-tunjangan lain. Mereka dibayar untuk sebuah artikel yang mereka tulis saja.

Jadi sebenarnya meng-”gaji” kontributor penulis bisa lebih murah (yang pasti lebih menguntungkan bagi perusahaan) daripada menggaji seorang karyawan tetap yang ditugaskan sebagai penulis konten di sebuah portal web.

4. Pilihan konten yang lebih banyak
Bayangkan, kontributor pada portal web seperti IDNTimes, mereka memiliki lebih dari 30 ribu kontributor yang siap menulis berbagai jenis konten.

Walaupun tidak semua tulisan kontributor di berhasil diterbitkan di portal web (karena ada seleksi tulisan oleh editor) akan tetapi tentu dalam setiap harinya, IDNTimes bisa menerima banyak tulisan yang (katankahlah) berkualitas.

hubungan kontributor adalah hubungan mutualisme. dua-duanya sama-sama medapat keuntungan. bagi kita yang tertarik menulis dan ingin menambah uang jajan bisa cari search di google beberapa portal web yang membuka 'lowongan' kontributor.

Dosen Juga Manusia, Hargai Subjektivitas Mereka

Tidak sedikit dosen yang kerap kali menyampaikan materi kuliah dengan dibumbui argumen-argumen yang diambil dari sudut padang mereka. 

Ini dilakukan biasanya selain karena seorang dosen punya hak untuk menyampaikan pendapatnya, mereka juga ingin mahasiswa lebih mudah menerima materi kuliah karena dengan memberikan contoh-contoh kecil yang dianggap sesuai dengan realitasnya akan lebih mudah masuk ke pikiran mahasiswa dibandingkan menjelaskan materi secara kontekstual saja.
Dosen sedang mengajar via pixabay.com  
Akan tetapi, pada dasarnya ketika dosen mengungkapkan apa yang menjadi opininya, bagi saya, tidak seharusnya seratus persen di telan mentah-mentah. Karena kembali lagi, argumen dosen tidaklah mutlak. Dosen bukan seorang nabi yang sekali berkata maka kebenarannya tidak bisa diubah. 

Kita bisa menyaring setiap materi yang diajarkan dosen. Ketika ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan pemikiran kita, kita boleh berpendapat. Kalau pun tidak, biarkan seorang dosen mengungkapkan argumennya sendiri. 

Boleh dipercaya atau tidak opini seorang dosen itu hak kita. Hanya saja yang perlu diingat adalah dosen bukanlah seorang wanita. Walaupun ada juga wanita yang berprofesi sebagai dosen. Akan tetapi, maksudnya bahwa wanita yang biasanya dianggap benar, tapi dosennya tidaklah seratus persen benar.

Wanita selalu benar, lelaki selalu salah dan dosen ada diantara keduanya, yaitu antara salah dan benar. Kira-kira seperti itu.

Terlebih jika kita kuliah di jurusan yang berhubungan dengan sosial politik dimana banyak hal sensitif yang mau tidak mau harus dibicarakan. Salah ngomong dikit saja maka yang terjadi adalah perdebatan. Dosen yang dianggap ‘netral’ pun biasanya ikut kebagian getahnya. 

Misalnya dosen Ilmu Politik. Ia membuat argumen yang diluar konteks materi. Disaat bersamaan, disadari atau tidak bahwa di dalam sebuah kelas ada banyak mahasiswa yang memiliki berbagai pola pikir, latar belakang, dan keinginan yang berbeda-beda. 

Dalam hal ini, seorang dosen harus mengerti bahwa jika saja mereka menjelakan tentang masalah yang berhubungan dengan sosial politik maka pasti ada beberapa pihak mahasiswa yang mungkin merasa tidak terima, jengkel, atau minimal tidak setuju dengan argumen dosennya. Itu wajar. Sangat wajar.

Namun satu hal yang perlu menjadi catatan adalah dosen dan mahasiswa sama-sama harus toleran. Sama-sama harus menerima setiap argumen masing-masing. Jangan karena masalah tidak setuju dengan apa yang dikatakan dosen lantas kita tidak suka dengan dosennya. 

Benci dengan opininya boleh, tapi benci dengan diri mereka secara personal itu yang tidak boleh. Karena sekali lagi, hubungan dosen dan mahasiswa yang sewajarnya hanya sebatas pengajar dan orang yang sedang belajar. Hubungan itu perlu dimaknai sebagai hubungan yang saling menguntungkan. 

Caranya seperti yang di awal dikatakan, bahwa perlu ada filter dari diri kita sebagai mahasiswa. Akan lebih baik jika kita bisa menerima seluruh materi kontekstual yang diajarkan dosen sebab itu yang memang menjadi materi inti perkuliahan. Selebihnya, opini, argumen atau uneg-uneg dosen bisa dimaknai sebagai bonus materi kuliah. Diterima silahkan, ditolak juga tidak apa-apa. Sakarepmu wae lah.

Import Kedelai

kedelai via bustilicious.co.id
Kedelai, tanaman dengan nama latin Glycine max dapat tumbuh disemua jenis tanah ini tidak terlalu sulit untuk membudidayakannya. Ia hanya memerlukan berbagai perlakuan, seperti kedalaman olah tanah, drainase yang baik serta proses perawatan yang baik pula.

Tanaman ini juga memiliki kandungan gizi yang sangat banyak dan baik untuk kebutuhan nutrisi dalam tubuh kita tak heran memang jika masyarakat menjadikannya sebagai sumber protein nabati dengan mengolahnya menjadi berbagai macam jenis makanan seperti, tempe, tahu, susu, bahkan untuk penyedap rasa seperti kecap.

Tempe merupakan salah satu olahan dari kacang kedelai dan merupakan satu-satunya masakan Indonesia yang dikenal oleh masyarakat internasional menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu diketahui, Indonesia merupakan Negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40 % tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain. 

Namun mirisnya, dengan jumlah konsumsi yang begitu banyak Indonesia tidak pernah bisa memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia selalu saja mengimpor dari Negara lain seperti Amerika, Kanada, argentina, dan brazil, dan dengan pengekspor terbesar amerika mencapai 70%. 

Hal ini jelas sangat berkaitan dengan naik turunya kurs mata asing, karena harga kedelai sangat bergantung pada nilai tukar rupiah di masa tersebut. Jika nilai tukar rupiah rendah maka harga kedelai akan mahal dan itulah yang menjadi masalah bagi Negara kita.

Baru-baru saja, pemerintah dan masyarakat dipusingkan oleh harga kedelai yang melambung tinggi, sehingga kelangkaan kedelai terjadi dimana-mana. Hal ini sangat berimbas pada kestabilan perekonomian Negara kita.  

Banyak sekali para produsen tempe dan tahu rumahan terpaksa gulung tikar karena tidak mampu membeli kedelai yang harganya selangit itu. Efeknya, banyak wilayah di pulau jawa yang sukar sekali menemukan tempe, jikalau ada pasti harganya mahal dan tidak mampu dibeli oleh kalangan menengah kebawah.

Untuk Indonesia, Negara yang dijuluki sebagai Negara Agraris harusnya hal ini bukan menjadi masalah besar dan sukar untuk mencari solusinya. Namun kenyataannya? masalah ini selalu ada di saat rupiah merosot. 

Terkadang ada alasan semakin menyempitnya lahan pertanian di Indonesia karena dialih fungsikan menjadi areal permukiman yang selalu dipermasalahkan, padahal Indonesia dengan luas lahan pertanian sebesar 781 juta Ha (2010), dan hanya areal sebesar 47 Ha yang berpotensi untuk lahan pertanian, sedangkan sisanya 54 juta Ha tidak terpakai sama sekali. Hal itu harusnya dapat menjadi solusi untuk masalah di atas.

Dengan dimanfaatkannya sebagian besar lahan kosong tersebut untuk lahan kedelai, mungkin kita tak akan merasakan sulit dan mahalnya membeli kedelai. Jika lahan yang digunakan memiliki derajat keasaman tidak sesuai dengan syarat tumbuh kedelai, solusinya kan dapat diberi kapur agar kadar pHnya menjadi netral. 

Kalaupun ada masalah yang cukup serius dalam membudidayakan kedelai, petani dapat bertanya dan berkonsultasi kepada yang lebih memahaminya seperti para penyuluh pertanian. Disini peran penyuluh pertanian sebagai sarana pemberi informasi, pengetahuan dan inovasi kepada para petani sangat penting. 

Mereka dengan kecakapan dan pengetahuan mengenai ilmu pertanian harusnya memberikan pengarahan dan sosialisasi mengenai tata cara budidaya kedelai yang baik dan benar serta hal-hal penting mengenai kedelai, baik cara menanggulangi hama, panen, sampai cara pemasarannya.

Sedangkan peran pemerintah adalah dengan membantu dan mendukung para petani yang kesulitan modal namun memiliki niat untuk membudidayakan kedelai. Pemerintah melalui lembaga-lembaganya dapat memberi bantuan baik berupa benih, pupuk, maupun melalui  dana yang dipinjamkan kepada petani.

Dalam masalah ini, semua komponen baik petani, penyuluh, pemerintah, bahkan konsumen memiliki peran penting tersendiri agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Serta dapat mengangkat derajat Negara Indonesia ke arah yang lebih baik dengan tidak bergantung pada impor negara lain. Selain itu hal ini juga dapat memperbaiki krisis ekonomi Negara akibat naik turunnya nilai tukar rupiah dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi para tuna karya.

Note: tulisan ini adalah Guest post Jurnal Agribisnis.

Hujan yang Guyur Satu Rumah di Tebet Bukan yang Pertama Kali

Muzakkir, pemilik rumah yang diguyur hujan misterius di Tebet, Jakarta Selatan (Liputan6.com)
Beberapa waktu lalu, kanda membaca sebuah berita bahwa ada sebuah rumah di daerah Tebet, Jakarta Selatan yang kehujanan. Loh emangnya kenapa? Masalahnya hujan ini hanya mengguyur satu rumah saja. Bahkan badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pun tidak bisa menjelaskan secara ilmiah soal hujan ini.

Dikutip dari Liputan6: 
Sang pemilik rumah, Ahmad Muzakkir (40), mengatakan hujan mengguyur rumahnya di Jalan Tebet Barat Dalam 1, Nomor 18, Jakarta Selatan, pukul 17.30 WIB, Sabtu 26 Agustus 2017. 
"Saya buka pagar ternyata hujan di samping rumah, persis depan kamar saya. Cuma separuh rumah hujannya. Separuh ke rumah saya, separuh lagi jalan," kata Muzakkir. 
Dia sempat mengira hujan misterius hanya berlangsung sebentar. Tak disangka, hujan terus berlangsung sampai hampir tengah malam. 
"Saya pikir kejadian langka ini cuma 10 menit. Ternyata setelah Magrib, setelah Isya, saya keluar (rumah) lagi banyak yang ramai nonton. Kurang lebih enam jam kejadiannya, dari jam setengah 6 sore sampai jam setengah 12 malam," ucap Muzakkir. 
Hujan misterius itu langsung menarik perhatian banyak orang di sekitar rumahnya. Tak sedikit tetangga yang datang karena penasaran ingin melihat peristiwa tersebut secara langsung.

Sebetulnya, bagi kita yang kritis dan punya mata jelalatan tingkat tinggi pasti tahu kalau kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Kejadian pernah terjadi pada sebuah iklan cat tembok anti bocor bernama Elastex. 

Untuk sedikit catatan bagi pembaca, kanda sama sekali tidak dibayar untuk menyebut merk cat ini di blog pribadi kanda. Ingat! Sama sekali tidak. Tapi boleh lah kalau ada orang dalam dari perusahaan Elastex yang mau bayar setelah kanda menulis tulisan ini. Ditunggu ya email aja ke contact@daffaardhan.com haha ups!

Nah, mungkin ada yang tidak percaya dengan apa yang kanda katakan. Oke, langsung saja buktikan lewat tayangan video dibawah ini, selamat menyaksikan!

Hikmah Dibalik Krisis Air


Di musim kemarau, terjadi kelangka air. Semua orang berbondong-bodong pergi lapangan desa untuk memperoleh air bersih bantuan dari BPBD. Setiap hari masyarakat harus mengantri untuk memproleh jatah air 4 jerigen saja. 

Terkadang antrian bisa sangat panjang dari pagi sampai siang hari. Jika masyarakat datang telat semenit saja maka bersiaplah untuk menunggu antrian hingga siang hari.

kemarau panjang
Krisis Air via Pixabay.com
Ditengah teriak matahari yang panas, masyarakat yang menunggu antrian terlihat bermandikan keringat disekujur tubuhnya. Masyarakat yang menunggu antrian hingga siang akan jauh lebih mubazir dalam memanfaatkan air. 

Kenapa? Karena setelah mereka pulang dan membawa 4 jerigen air, mereka harus cepat-cepat mandi sebab tubuh mereka sudah bau dengan hawa keringat. Padahal 4 jiregen itu seharusnya dihemat untuk kebutuhan lain. 

Semenjak terjadi krisis air, intensitas mandi masyarakat semakin berkurang. Banyak orang tua pekerja yang mandi sehari sekali, pagi atau sore hari. Ada pula pelajar yang mandi sekali dalam sehari ketika mau sekolah saja dan dengan krisis air ini mereka memutuskan mandi sekali dalam 3 hari. 

Ternyata mahasiswa lebih parah. Mereka mandi hanya dengan tisu basah. Yang penting wangi, katanya. Prosedur mandinya pun diubah. Orang tua menyuruh anaknya mandi sambil nyemplung dalam bak mandi, dipakai bergantian. 

Setelah itu, air bekas mandi dipakai untuk menyiram tanaman. Sungguh ibu-ibu cerdas. Namun ironis bagi tanaman-tanamanya karena harus disiram dengan air bekas daki-daki.

Krisis air membawa kita pada sebuah pelajaran. Bukan pelajaran di sekolah, tapi pelajaran kehidupan. Pelajaran tentang menghargai air. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. 

Air adalah bagian vital dari kehidupan manusia. Maka barang tentu kita tidak bisa begitu saja menyia-nyiakan air saat sedang subur di musim hujan. Orang-orang sering bersumpah serapah karena tidak ada air, benci pada alam, benci pada musim kemarau.

Padahal kelangkaan air adalah bagian dari siklus alami yang pada akhirnya membawa banyak hikmah bagi kita semua. Ketika hari biasa-biasanya, orang-orang tidak peduli dengan air. Dipakai sepuasnya bahkan dihambur-hamburkan. Terkadang air di bak mandi dibiarkan meluap sampai permukaan. 

Disaat musim kemarau dengan langkanya air ini, mari kita renungkan baik-baik dan Kesulitan ini mari kita nikmati bersama.

Sumber air sudekat, 28 Agustus 2017

 
Copyright © 2015 :Daffa Ardhan. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates