BREAK

Opini

Review

Fiksi

Lepas Hijab, Fenomena Biasa yang Dianggap Luar Biasa

Salah satu komedian Indonesia, Rina Nose sempat di cibir warganet gara-gara memutuskan untuk melepas hijabnya yang satu tahun belakangan ini ia gunakan. Di kalangan artis, memang fenomena pakai lalu lepas hijab bukan yang pertama kali. 

Namun bila kita bandingkan pada kehidupan sehari-hari, di lingkungan terdekat kita, fenomena ini sudah jadi makanan sehari-hari. Kasus Rina Nose bisa jadi polemik karena dia publik figure. Seandainya dia bukan artis maka akan lain lagi ceritanya.
lepas hijab

Khususnya, selama belasan tahun tinggal di Indonesia, saya sering melihat wanita-wanita muslimah yang sering pakai hijab saat kondisi tertentu saja. Fenomena ini bisa kita temui pada kaum pelajar di sekolah. Ada aturan dimana seorang siswi yang beragama islam wajib memakai hijab. 

Ketentuan ini diberlakukan hanya di lingkungan sekolah saja. Di luar itu, tidak ada sanksi yang mengikat. Akibatnya, terkadang banyak siswi yang ke sekolah menutupi rambutnya dengan kerudung atau hijab, tapi di luar sekolah biasanya menggunakan pakaian tanpa lengan atau celana kurang bahan. 

Ada siswi yang getol pakai hijab pas acara reunian SMA saja, kalau sedang acara bukber pas bulan puasa, pas melayat ke rumah duka, pas pergi ke kondangan saja, atau pas mau pasang foto di instgram untuk memenuhi kebutuhan pujian dari para followers follback kakak.  

Ada juga yang berhijab karena tuntutan pekerjaan atau lingkungan semata, sebab tidak sedikit wanita yang kebawa-bawa pakai hijab karena melihat temannya pakai hijab juga. Bagus sih, hanya saja alasan utamanya cuma gengsi. Jika tidak ikut-ikutan berhijab maka dianggap seperti orang asing. 

Bahkan di kampus, saya sering memperhatikan ada wanita yang pakai hijab saat hari Jumat saja. Saya tidak mengerti faedahnya dimana. Apa karena hari jumat jadi hari yang sakral bagi umat islam? Atau karena ada embel-embel jumat berkah? Saya belum mengerti dimana letak pemikiran wanita jenis ini.

Jadi, apa poin pentingnya?

Poin pentingnya adalah di indonesia, buka lepas hijab memang sudah biasa. Itu bisa terjadi karena tidak jelasnya niat untuk berhijab. Keputusan berhijab bukan di dorong oleh kebutuhan spiritual atau memenuhi kewajiban agama. Akan tetapi ada alasan lain yang menuntut untuk itu.

trend berhijab setiap tahun memang meningkat. Terlebih lagi sekarang ini banyak wanita muslimah yan bisa dijadikan role model dalam berhijab. Terlepas dari tren atau bukan, setiap wanita yang memutuskan berhijab perlu meluruskan niatnya. Meluruskan kembali siapa yang pantas dijadikan role modelnya. Jika role model itu adalah selegram yang sering OOTD, nampaknya hayati yang sholehah perlu pikir-pikir lagi.


Bagaimana Syarat untuk Mengajukan Pinjaman Tanpa Jaminan?


Tentu sangat menyedihkan mengetahui fakta bahwa negara kita, Indonesia, terus-menerus mengalami fluktuasi. Hal ini menyebabkan masyarakat semakin kesulitan dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kenaikan harga abrang yang tidak berbanding lurus dengan besarnya penghasilan membuat banyak orang akhirnya memilih untuk melakukan pinjaman uang demi bisa menutupi segala kekurangan akan kebutuhan hidup mereka yang semakin hari semakin meningkat. Apalagi jika Anda mempunyai sifat konsumerisme. Sebaiknya opsi berhutang baik di bank ataupun non bank dijadikan sebagai langkah terakhir.

Berhutang untuk membeli barang yang diingini atau disenangi tentu bukanlah hal yang bijak, jsutru hal itu dapat menuai bencana keuangan Anda di kemudian hari. Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang sifatnya konsumtif, maka Anda bisa memenuhi keinginan Anda dengan cara menabung. Tabungan memang berfungsi sebagai dana cadangan untuk membeli sesuatu atau digunakan pada keadaan mendesak. Buatlah target jumlah uang yang harus Anda sisihkan dalam setiap waktunya. Anda pun juga harus menahan semua keinginan Anda untuk memiliki barang-barang tersebut saat itu juga.

Daripada Anda berhutang pada hal yang justru akan membuat harga barang lebih mahal, sebaiknya Anda menabung agar dapat mencegahnya. Tindakan ini akan menghadirkan dua keuntungan yaitu Anda tidak perlu berhutang dan Anda juga belajar disiplin agar bisa menabung. Lain halnya jika Anda berhutang untuk sesuatu yang sifatnya produktif. Misalnya Anda berhutang untuk modal usaha atau untuk mempunyai aset di masa depan yang mempunyai prospek cerah seperti rumah dan tanah.Atau untuk memenuhi kebutuhan Anda seperti misalnya berhutang untuk membayar uang kuliah anak Anda. Namun perlu dipertimbangkan dengan baik mengenai kapasitas keunagan sebelum Anda menagjukan pinjaman dana. Lembaga keuangan baik itu bank atau non bank yang baik pasti akan membantu Anda untuk mengukur kemampuan keuangan Anda.

Karena itulah banyak orang yang mengajukan pinjaman pada pihak bank. Agar bisa mengajukan pinjaman pada bank, mereka mengharuskan para nasabahnya memiliki jaminan atau kartu kredit. Hal tersebut pun akhirnya selalu menjadi kendala para nasabah yang memang pada dasarnya tidak mempunyai jaminan apapun dan tidak punya kartu kredit untuk mengajukan pinjaman kepada bank. Walaupun sekarang ada beberapa bank yang menawarkan pilihan akan pinjaman tunai tanpa jaminan dengan menyesuaikan kemampuan nasabah dalam membayarnya, namun tetap saja ada beberapa orang yang tidak mau melakukan pinjaman tanpa jaminan pada pihak bank karena mereka takut mengalami kesulitan pada saat pengembalian pinjaman. Nah, jika Anda merupakan salah satu orang yang tak mau berurusan dengan bank, masih ada alternatif lain yang bisa Anda lakukan jika sedang membutuhkan dana yaitu dengan mengajukan pinjaman tanpa jaminan non bank tanpa kartu kredit.

Saat ini sudah banyak sekali berbagai lembaga keuangan selain bank yangmemberikan fasilitas pinjaman tanpa jaminan yang mungkin dapat memudahkan Anda dalam mengajukan pinjaman. Bahkan Anda bisa mengajukan pinjaman online cepat, lho. Pinjaman tanpa jaminan dari pihak non bank ini biasanya merupakan pinjaman dengan jangka pendek dengan jumlah pinjaman yang cukup kecil yaitu hanya mencapai Rp 5 juta saja. Namun ada juga yang menyediakan pinjaman mulai dari Rp 10 juta hingga mencapai ratusan juta rupiah dengan bunga yang rendah. Pinjaman tersebut bisa untuk Pinjaman Bisnis, Pinjaman Pendidikan, dan Pinjaman Kesehatan. untuk mengajukan pinjaman tanpa jaminan non bank ini, maka Anda harus menyiapkan beberapa persyaratan yang dibutuhkan sebagai kelengkapan dokumen adminsitrasi pada saat pengajuan.

Syarat untuk Mengajukan Pinjaman Tanpa Jaminan Non Bank:

1. Syarat yang paling utama dalam mengajukan pinjaman baik itu jaminan ke bank atau non bank 
adalah Anda harus tercatat sebagai warga negara Indonesia. Anda harus mempunyai kartu tanda penduduk warga negara Indonesia dan sedang menetap di wilayah Indonesia.

2. Lembaga keuangan non bank juga mempunyai peraturan yang sama dengan bank soal usia pemohon pinjaman. Mereka membatasi usia calon peminjamnya yaitu dengan usia minimal 18 hingga maksimal 21 tahun. Orang yang berusia 18 hingga 21 tahun dinilai sudah mempunyai pola pikir yang dewasa sehingga mereka dapat memahami prosedur peminjaman dan mengerti resiko serta konsekuensi yang akan dia hadapai dalam melakukan pengajuan pinjaman dana ini.

3. Syara selanjutnya adalah menyertakan slip gaji atau surat keterangan kerja. Pinjaman tanpa jaminan memang sangat cocok bagi Anda yang sudah mempunyai penghasilan tetap namun tidak mempunyai jaminan atau kartu kredit. Pemohon harus melampirkan surat keterangan kerja dari perusahaan atau kantor Anda. Anda tidak perlu menyertakan BPKB atau sertifikat.

4. Ketahuilah bahwa lembaga keuangan non bank mempunyai kebijakan masing-masing dalam menentuka batas penghasilan peminjamnya. Jadi, jika Anda mempunyai penghasilan yang sesuai dengan kebijakan lembaga keuangan yang Anda ajukan permohonan maka kemungkinan besar pengajuan pinjaman Anda akan segera disetujui.

5. Syarat terakhir adalah memenuhi persyaratan tanpa jaminan. Pinjaman tanpa jaminan adalah jenis pinjaman jangka pendek, yaitu antara 15 sampai dengan 30 hari. Selain itu nominal uang pinjaman yang akan disetujui oleh lembaga non bank pun juga cukup kecil. Ada beberapa lembaga non bank yang hanya memperbolehkan melakukan pinjaman dengan nominal uang di bawah Rp 5 juta. Biasanya peminjam pun juga akan dikenakan biaya lain jika Anda terlambat dalam melakukan pembayaran angsuran.

Itulah 5 syarat yang harus Anda penuhi jika ingin melakukan pinjaman tanpa jaminan atau kartu kredit ke lembaga non bank. Melakukan pinjaman tanpa jaminan pada lembaga selain bank merupakan salah satu solusi yang cukup tepat, mudah, dan cepat. Walaupun begitu Anda juga harus tetap berhati-hati dalam memilih lembaga non bank yang menawarkan pinjaman tanpa jaminan. Pilihlah lembaga yang memang sudah berpengalaman dan terpercaya. Anda pun juga harus mengetahui kapasitas diri sendiri jika ingin meminjam dana tunai di bank maupun non bank. Prinsip ini meskipun sederhana namun ampuh untuk mencegah Anda dari kesulitan keuangan karena mengambil produk pinjaman.

Mengetahui seberapa besar kapasitas keuangan dan kemampuan Anda dalam membayar pinjaman adalah rambu untuk mengukur seberapa besar hutang yang bisa Anda ajukan. Baru kemudian Anda memahami produk pinjaman dari bank seperti kredit tanpa agunan hingga menyediakan dana. Tentunya dengan persyaratan dan proses yang memudahka Anda. namun perlu digarisbawahi, pinjaman ke bank akan melajirkan dua konsekuensi utang. Pertama adalah jumlah hutang yang harus Anda cicil setiap bulannya. Yang kedua adalah hutan bunga. Jadi, silahkan dicek terlebih dahulu suku bunga kredit di bank yang bisa Anda lihat lewat situs Bank Indonesia.

Saat Anda sudah mendapatkan dana pinjaman tentu harus Anda gunakan dengan bijak. Gunakanlah uang tersebut untuk kebutuhan Anda, bukan malah menggunakannya untuk hal yang akan menimbulkan masalah di kemudian hari karena Anda tidak pintar dalam mengelola dana pinjaman tersebut. Disipilin dan komitmen adalah kunci cara untuk menghindari Anda dari kebangkrutan akibat tidak bijak dalam menggunakan uang pinjaman.

image via aktual.com

Menelusuri Identitas Asli Kak Ros dalam Serial Upin dan Ipin


Sudah belasan kali si Hayati bertanya-tanya pada kanda. Begini kira-kira pertanyaannya:

“Kak Ros itu kan kakak kandung upin ipin. Terus, dia kerjanya apa? Hayati sering liat dia belajar. Menurut desas-desus katanya kak Ros itu anak kuliahan. Lah kuliahnya dimana? Tak pernah ada adegan kak Ros bawa buku sambil nenteng ransel, terus bilang mau kuliah, iya kan? Terus yang paling bikin geregetan adalah keluarga Upin-Ipin termasuk Opah ini mendapat penghasilan sehari-hari dari mana? Toh tidak ada satupun anggota keluarga yang bekerja.”

Ini pertanyaan yang sulit. Bagi kanda maupun bagi orang-orang yang mungkin punya pemikiran yang sama dengan kami semua. Masalahnya sang pencipta Upin-Ipin tidak akan pernah mau membeberkan identitas kak Ros serta kehidupan keluarga mereka yang sebenarya. Ada beberapa spekulasi yang bisa menjelaskannya.


Pertama, kisah Upin-Ipin bukan sinetron hidayah atau kisah azab orang durhaka seperti di Indosiar yang lebih menjual tontotan yang di dramatisir. Tidak ada adegan kak Ros marah-marah lalu dikutuk jadi martabak telor. Kalau ada, segmentasi penontonnya tidak akan dibuat untuk kalanga semua usia. Walaupun pada kenyataannya sineton hidayah pun punya penonton dari bocah sampai kaum manula.

Kedua, serial Upin-Ipin tidak ingin memperlihatkan adegan yang susah untuk dicerna karena fokus cerita hanya pada sang tokoh utama. Sedangkan kak Ros hanya tokoh pembantu yang kehadirannya hanya jadi korban kejailan sepasang kakak-adik yan kembar.

Ketiga. Masalah penghasilan. Kanda rasa penghasilan sehari-hari mereka adalah dari kak Ros sendiri. Karena dia termasuk kaum milenial yang produktif. Tidak mungkin opah (sang nenek) yang cari uang karena kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan. Walaupun kita pasti bertanya-tanya darimana mereka bisa menghidupi keluarga sehari-hari?

Keempat, ada salah satu episode yang menceritakan kak Ros membuat sebuah komik pahlawan. Bisa jadi selama ini keluarga mereka menggantungkan hidup dari royalti penjualan buku. Akan tetapi, masih ada kemungkinan kemungkin lain yang lebih realistis. 

Bila kita berpatokan pada penampilannya, kak Ros bisa jadi sedang nyambi jadi perternak akun Instagram, buka jasa jual followers atau kerja sampingan menjadi Selegram untuk mendapatkan penghasilan.

Kelima. Kita tidak perlu berprasangka buruk tentang kak Ros. Siapapun dia yang terpenting adalah kita dapat menyaksikan kegembiran serial kartun malaysia ini bersama keluarga. iya kan?

Betul.. Betul... betul..




Menjawab Keraguan Sebelum Memutuskan Memasang AC di Rumah

Ilustrasi AC via apinetemp.com 
Sebagai masyarakat yang hidup dengan cuaca langganan panas, kebutuhan AC memang bisa jadi kebutuhan yang vital. Oleh sebab itu, Anda perlu segera memutuskan memasang AC di setiap ruangan rumah Anda. Fungsinya bukan hanya sebagai pendingin ruangan, tetapi bisa memberikan manfaat lebih yang tidak disangka-sangka. Setidaknya ada dua manfaat utama dari pengunaan AC.

Pertama, dalam hal kenyamanan.
AC memberi nilai lebih dalam meningkatkan produktivitas. Anda dapat beraktivitas dalam ruangan tanpa merasa gerah sehingga kegiatan atau pekerjaan Anda meningkat. Kondisi ruangan yang nyaman juga berdampak pada nafsu makan. Semakin nyaman makan nafsu makan anda semakin membaik. Itu adalah kabar baik bagi anak anda yang sulit sekali makan. 

Kedua, Dalam kesehatan
AC jaman sekarang tidak hanya berfungsi mendinginkan ruangan saja. Tetapi AC dapat memberikan udara yang lebih bersih. Ketika anda berada diluar, ditengah perkotaan yang penuh polusi, anda bisa pergi ke ruangan ber-AC yang bersih. Kenapa? 

Sebab beberapa tipe AC sudah dilengkapi filter untuk membebaskan udara dari partikel-partikel kecil yang tidak terlihat oleh mata seperti kotoran, debu, serbuk sari dan jamur. Nah, bagi Anda yang masih ragu menggunakan AC, ada beberapa pertanyaan sederhana yang mungkin mewakili diri Anda ini sekarang, diantaranya:
Benarkan AC menjadi penyebab penyakit flu dan sakit kepala?
Bisa iya, bisa tidak. Dalam penelitian departemen energi Lawrence Berkeley National Laboratory penggunaan AC bahkan dapat memperburuk kondisi pada pengidap asma dan alergi. Akan tetapi penyebab utamanya ada pada kondisi AC yang tidak pernah dirawat sehingga jika Anda dapat melakukan sedikit perawatan yang rutin, maka penyakit penyakit itu tidak akan datang.

Apa benar AC dapat memburuk kondisi kulit dan rambut?
Cara kerja ac yang mengisap kelembaban udara dan menggantinya dengan udara dingin memang berpengaruh pada kondisi kulit dan rambut yang mengering. Namun semua ini dapat di atasi dengan beberapa cara seperti mengatur tingkat kedinginan ac, melakukan perawatan rambut dan selalu menggunakan lotion sebagai pelembab kulit yang mengering. 

Apa jenis AC yang cocok bagi Keluarga?
Ketika Anda mulai tertarik untuk memasang AC di rumah, ada satu masalah lagi, yaitu bagaimana anda dapat memilih jenis ac yang sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk kebutuhan rumah, Anda sangat direkomendasikan untuk memilih merk AC Daikin karena merupakan AC hemat energi.

AC Daikin dapat menghemat listrik 20%-30%. Ini juga cocok bagi hunian Anda yang memiliki tegangan listrik rendah. AC Daikin telah membuktikan kehebatannya sebagai AC terbaik di dunia. Bahkan sejak 2016, penjualan AC daikin diklaim menguasai pasar Indonesia sampai 20%. Ini merupakan tanda bahwa begitu antusiasnya masyarakat terhadap AC daikin.

Anda beberapa pilihan AC daikin yang bisa Anda gunakan. Salah satu yang paling populer dan cocok bagi semua keluarga adalah AC Multi-S. Apa itu? AC Multi-S merupakan AC yang cocok bagi Anda karena sangat hemat listrik dan memberikan keunggulan yang lebih seperti:

1. Terdapat 2 unit indoor yang terhubung dengan 1 unit outdoor saja
2. Bisa mengoperasikan 2 unit AC secara bersamaan dengan pilihan mode listrik 650W atau 380W
3. 1,5 kali libih cepat dingin
4. Lebih tahan pada beban kejut 440 V

Nah, kalau begitu tunggu apalagi lagi. Segera tentukan AC untuk kebutuhan Anda sekarang juga! Dan ingat! Kalau AC ya Daikin!

Mengenal Lebih dalam Tentang Investasi Online Emas

Perkembangan ekonomi memang selalu fluktuatif sehingga untuk mengamankan keuangan pribadi investasi bisa jadi langkah tepat untuk mengatasinya. Instrumen investasi sendiri bisa berbentuk banyak macam dan yang tidak pernah lekang termakan zaman salah satunya adalah investasi emas. Namun kini investasi emas tidak lagi melalui cara tradisional seperti dulu karena sudah ada investasi online emas yang lebih modern. Meski memang pada dasarnya mekanisme hampir sama dengan sistem investasi emas biasa, namun tetap saja peminatnya tetap banyak.

Investasi emas online mudah untuk dilakukan. Modalnya hanya berupa komputer serta gadget berkoneksi jaringan internet sehingga bisa menjalankan investasi dengan cara online. Anda bisa memulai dengan mencari software gratisnya di internet lalu melakukan instalasi. Setelah instal sukses, maka Anda akan diberikan demo account sehingga bisa mulai langsung belajar untuk praktik investasi. Jika Anda sudah menyetor sejumlah uang untuk bisa membeli chip trading emasnya, maka Anda bisa langsung memulainya. Untuk modalnya pun cukup bervariasi tergantung dari software mana yang Anda pilih.

Nantinya jika nilai pada penurunan harga melebihi saldo pada modal, maka secara otomatis transaksi yang Anda lakukan akan tertutup sehingga Anda akan mengalami kerugian. Tentu bisa dibayangkan jika modal Anda terlalu kecil, maka bisa saja langsung habis di hitungan detik. Untuk software yang memakai konsep micro trading, maka butuh modal sekitar 10 juta rupiah sedangkan untuk metatrader maka modalnya lebih besar lagi yaitu sekitar 100 juta rupiah. Jika dilihat dari prosesnya, kebanyakan calon investor cukup gentar karena naik turunnya nilai emas ketika investasi emas online cenderung amat cepat sehingga resiko pun amat besar.

Seperti halnya prinsip investasi, semakin tinggi resiko, maka semakin tinggi pula potensi keuntungan. Jadi, semua kembali tergantung kepada keberanian Anda dalam mengambil resiko. Untuk investasi saham online, Anda juga bisa mencoba saham online atau reksadana online yang modalnya lebih minim dengan menyerahkannya pada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Trimegah merupakan perusahaan investasi berpengalaman sehingga Anda tidak perlu ragu untuk berinvestasi di sana.

 image via seputarforex.com

4 Hal yang Perlu Diteladani dari Sosok Setya Novanto

setya novanto koruptor
Sebagai ketua DPR sekaligus ketua fraksi Golkar, Setya Novanto tak habis-habisnya menarik perhatian banyak orang. Tak cuma warga indonesia, penduduk argardia pun nampaknya ingin menjadikan belio sebagai sosok panutan bagi pemimpin masa depan di negeri antah berantah.

Walaupun sering membawa banyak kontroversi hati, sebagai insan yang berbudi dan generasi muda yang cemerlang, kita patut meneladani kehebatan papah Setnov. Sebab dari situ kita akan mendapatkan banyak sekali pelajaran yang bisa di praktekan sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Seperti apa? Simak berikut ini.

1. Kerja keras

Memangku 2 jabatan besar bukanlah hal mudah. Menjadi ketua DPR adalah langkah berani dari Setya Novanto untuk membangun badan legislatif menjadi lebih baik. Ia tidak merasa lelah diri karena harus mengemban amanah rakyat yang begitu besar dengan membagi waktunya sebagai ketu fraksi Golkar.

Tidak aneh jika kita acapkali melihat sosoknya muncul di pemberitaan sedang tak sengaja tertidur dalam suatu acara-acara besar. Ini bukti bahwa beliau adalah tipe yang pekerja keras. Belio tak segan hati mengurangi waktu tidurnya hanya untuk melaksanakan apa yang sudah diamanahkan.

2. Sabar

Sebagai kuncen yang menduduki DPR sejak 1999 tanpa putus, Setya Novanto berhak diancungi jempol karena kepiawaiannya dalam berpolitik. Namun, Tempo hari memang elio sempat sakit parah. Segala jenis penyakit bersarang ditubuhnya. Sungguh, ini adalah bentuk cobaan Tuhan kepada orang-orang yang bersabar. 

Bahkan sang istri dengan setia mendampingi belio dengan tatapan yang bahagia walaupun dalam benak hati saya yakin penuh cucuran air mata. Ini mengingatkan saya pada kisah nabi ibrahim. Ketika beliau ditimpa penyakit, istrinya lah yang selalu menemaninya di kala suka dan duka. 


3. Santun

Ini yang perlu menjadi renungan bagi kita semua. Apakah dia pernah marah-marah di media? Apa pernah dia berkata kasar seperti mantan gubernur yang kini dipenjara atas kasus penistaan agama? Apa pernah beliau mengeluarkan kata-kata mengupat seperti ‘pemahaman nenek lu!” hayooo..

Seyogyanya, Setya Novanto adalah aset bangsa yang bisa dijadikan sebagai cerminan pemimpin ideal bagi dunia berpolitikan. Prilaku belio yang ‘baik-baik’ di depan khayalak umum memberikan contoh keteladanan yang amat kuat bagi politikus-politikus lainnya di seluruh pelosok indonesia.

4. Bertanggung jawab

Pasca penyakitnnya pulih, Setya Novanto tidak segan untuk segera bekerja. Saya yakin ketika beliau sakit pun, pikirannya hanya tercurahkan pada tugas negaranya. Terbayang sudah bahwa beliau tahu betul akan tanggung jawabnya sebagai ketua DPR.

Ia tidak ingin bermanis-manis manja dengan penyakit yang dia derita. Walaupun kesehatannya belum pulih sepenuhnya, akan tetapi beliau tetap memaksakan diri bekerja. Ini yang sangat perlu di contoh oleh kalangan birokrat. 

Kita sering melihat PNS yang diam-diam memperpanjang masa libur, datang tidak tepat waktu atau bekerja leha-leha. Sepertinya mereka butuh belio sebagai panutan utama. Bila perlu, sosok belo harus di filmkan. Kemudian mewajibkan bagi semua warga sipil bersama-sama mengadakan nonton bareng. 

Dengan begitu, saya berharap indonesia akan mengukir sejarah besar dan mengabadikan sosok pemimpin yang paling di idam-idamkan semua kalangan. Semoga saja, kelak nanti ada setnov-setnov baru yang lahir sehingga menjadi bibit unggul masa depan yang mewabah seantero indonesia. Amin.

image by nasional.tempo.co

Melihat Penampakan Tugu 'Monas' dari Tasikmalaya

tugu monas yuda tasikmalaya
Tugu 'Monas' dari Tasikmalaya via Tasikzone.com  
Seorang anak kecil sebut saja Meki terlihat kegirangan melihat sebuah tugu menjulang tinggi dan menampakan lampu warna-warni. Ya, tugu yang dimaksud adalah tugu yang sebagian orang Tasik bilang  tugu ‘Monas’. Tugu ini dibangun oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya yang sedang giat-giatnya menata beberapa tempat yang bisa dijadikan icon baru kota. 

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah pembangunan tugu yang berada di perempatan Jalan Gunung Sabeulah, Yudanegara. Walaupun sempat di kritik oleh pemerhati tata kota Nanang Nurjamil, tugu yang disebut sebagai versi mini dari tugu Monas ini tetap berdiri indah dengan lampu kelap-kelipnya.

Setiap hari, sepulang kuliah, kanda melihat tugu ini nampak seperti hiasan yang kurang menarik karena tidak memperlihatkan warna-warni lampunya. Memang daya tarik utama tugu ini dari lampu warni-warninya yang menyala pada saat malam hari saja.

tugu batik tasikmalaya
foto: tasikzone.com

Dijuluki tugu ice cream sampai tugu permen payung


Karena belum diberi nama khusus, tugu ini mendapat banyak sekali julukan. Selain disebut tugu Monas, masyarakat sekitar juga memanggilnya dengan sebutan tugu ice cream sampai tugu permen payung. Tapi menurut kanda, semua julukan itu tidak ada yang cocok. Tugu ini justru punya nilai eksentrik yang unik. kasih dua jempol buat kreatornya ya.

Dari traffic light berubah jadi tugu


Sebelum menjadi tugu, tempat ini dulunya merupakan traffic light yang sudah lama tak berfungsi. kemudian akhirnya Pemkot Tasikmalaya memutuskan mengubahnya menjadi sebuah tugu.
Padahal menurut Nanang, dengan seringnya terjadi kemacetan seharusnya tempat ini diperbaiki lagi menjadi traffic light yang baru, bukan malah dijadikan tugu yang tidak punya aspek manfaat.

Bila dilihat dari dekat, tugu ini memililiki corak batik di tubuhnya. Ini juga berkaitan dengan daerah Yudanegara yang dulunya merupakan Pasar kain batik. Tugu ini juga memiliki tinggi 9 meter dan lebar 3 meter dengan bertunjukan lampu warna-warni berdurasi 10-15 menit yang beraksi selama malam hari. 

“Indah banget yaaa..” kata meki.

“Apanya?”

“Itu tuh!” sambil menunjuk ke arah wanita tanpa busana.



Kuliah Qureta: Subcribe Channelnya dan Kuliah Gratis Selamanya

Ada yang menarik dari situs Qureta kali ini. Sang CEO Luthfi Assyaukanie memperkenal platform baru bernama kuliah Qureta. Apa itu? Kanda rasa dari namanya saja sudah cukup terwakili ya.

Kuliah Qureta ini merupakan channel Youtube yang akan diisi oleh tayangan video pembelajaran dan materi seperti kuliah pada umumnya. Akan ada beberapa dosen tamu dari berbagai universitas di Indonesia yang memberikan materi-materi kuliah tertentu sesuai dengan ‘fakultas'nya masing-masing.
kuliah qureta

Ya, disini ada klasifikasi fakultas seperti kuliah formal biasanya. Kang Luthfi menyebutnya sebagai rumpun disiplin ilmu yang ada terdiri dari 5 bagian diantaranya Sains dan Teknologi, Ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis, Seni dan Budaya, serta Ilmu Kesehatan.

Sebelumnya, Bagi teman-teman yang belum tahu, Qureta adalah platform untuk berbagi pengetahuaan yang kita tahu lewat tulisan. Sama seperti platform citizen media lainnya, secara sederhana, Qureta punya misi utama sebagai wadah literasi bagi siapa saja yang mau berbagi. Sudah beberapa kali kanda menulis di Qureta sekaligus melihat betapa asiknya berkontribusi membuat tulisan-tulisan ringan yang menarik untuk dibaca. 

Nah, seiring berjalannya waktu, kanda melihat keinginan Qureta untuk membangun budaya literasi di Indonesia memang perlu naik level. Bukan cuma menyediakan platform untuk membaca dan menulis, akan tetapi menambah variasi platform yaitu melalui tayangan video yang mudah diakses di internet. 

Konsep yang diambil juga terbilang unik. Bukan sekedar membagikan pengetahuan khusus kepada penonton. Qureta memberi embel-embel ‘Kuliah’ sebagai dasar dari pemberian pengetahuan secara terstruktur.

baca juga: Mau Belajar Nulis? Harus Mulai Darimana?

Pengetahuan ilmu sosial misalnya, banyak sekali materi-materinya di internet. Namun untuk mengetahuinya secara utuh maka perlu disusun sedemikian rupa seperti halnya dunia perkuliahan. Bukan dengan satu materi loncat ke materi lain tapi kanda harap kuliah Qureta dapat jadi platform yang memang menjadi terobosan baru bagi dunia pendidikan non-formal. Kanda yakin ini akan menjadi sangat menarik.

Maka dari itu, nampaknya channel Youtube ini sangat direkomendasikan buat teman-teman yang ingin menambah pengetahuan baru dengan konsep ala-ala kuliah namun lebih santai karena tidak terikat dengan lembaga pendidikan formal seperti universitas.

Jangan lupa, untuk subscribe channel Kuliah Qureta nya untuk melihat video-videonya secara rutin. Sebagai penutup, berikut ada tayangan pembuka dari Luthfi yang bisa jadi pencerahan kenapa kuliah qureta ini wajib diikuti.



Kenapa Generasi Micin Suka Berdebat di Media Sosial?

Media Sosial awalnya hanya menjadi komunitas bagi kaum alay dan sejenisnya. Namun dimulai ketika orang-orang yang mengaku sebagai kaum intektual, aktivis kebenaran atau cendikiawan tingkat dewa, melahirkan suatu komunitas baru yang lebih berbobot. Mereka merupakan sekumpulan kaum yang suka sekali berdebat.
Popularitas alay tergeser oleh mereka yang mengaku paling kritis, merasa sedang mengungkapkan kebenaran yang hakiki, walaupun nyatanya hanya jadi pahlawan kesiangan. Mereka menjadi anti-pemerintah diluar, sedangkan mereka tak mau berkelit dengan permasalahan di dalam. Mereka mengabaikan bahwa suara dan teriakan mereka belum tentu didengar bahkan hanya jadi tontonan elit-elit politik.

generasi micin yang suka debat di media sosial

Begitu juga dengan sang pro-pemerintah. Mereka megangung-agungkan pemerintahan seolah tanpa dosa. Menutup mata terhadap boroknya kinerja dan mengekspolitasi kebijakan yang biasa saja.

Sosial media kini dijadikan panggung debat untuk meningkatkan eksistensi semu. Argumen si A dibantah oleh argumen B. Argumen B dibantah oleh argumen C. Argumen C dibantah oleh D sampai kembali ke argumen A dibantah oleh si A juga. aneh? Iya, itulah yang disebut kaum overdosis micin. Eksistensi mereka tidak lebih dari sebesar upil naruto.

baca juga: Isu PKI dan Orang Jelek yang Tidak Boleh Berkembang Biak

Apa mereka tidak sadar bahwa perdebatan itu tidak akan mengalami titik temu? Setiap orang itu punya ‘kebenarannya’ tersendiri. Seseorang selalu punya ego yang tidak mau dibatah oleh orang lain. Media sosial telah menjadi panggung bagi siapa saja yang ingin diakui keberadaannya. Namun kita sadar bahwa semua ini tak akan ada habisnya.

Boleh saja berdebat, tapi harus tahu tempat. Dan media sosial bukan tempat yang tepat untuk berdebat. Tidak perlu berdalih bahwa debat ‘micin’ bisa membuat orang cerdas atau bermental baja. Toh faktanya hanya membuat teman sebangsa sendiri bertengkar. Kita berdebat sedangkan mereka yang duduk di kursi penguasa mungkin sedang asik menonton sambil makan popcorn sambil berkata, “bodo amat! emang gue pikirin!?”

Saat ini generasi micin harus mulai belajar menurunkan egonya. Belajar untuk menghargai perbedaan 'paham' dan mengurangi ketergantungan terhadap mbah Google sebagai referensi ke-sok-tahu-an mereka. Serta yang terpenting lebih banyak mengaji, dzikir, sholat malam, memohon ampun sama yang diatas daripada berdebat tidak karuan.
  
Untuk sementara ini, justru keberadaan kaum alay sedikit lebih bermartabat. Mereka seperti es batu yang mendinginkan kepala generasi micin yang kepanasan karena kalah debat. Generasi micin memang perlu banyak belajar dari kaum alay. Karena walaupun dianggap mental ingusan, setidak mereka tahu bahwa debat kusir merupakan kesia-siaan belaka.

image by pixabay

Isu PKI dan Orang Jelek yang Tidak Boleh Berkembang Biak

“Kita terlalu sibuk dengan isu PKI, sampai lupa kalau orang jelek tidak boleh berkembang biak..” celetuk seorang dosen.

Kita tahu bahwa kalimat itu hanya sebuah guyonan. Guyonan yang sebenarnya maknanya sangat dalam. Sedalam cintaku padamu.

Isu PKI Berhembus sejak lama sampai sekarang. Tapi yang jadi pertanyaan, apa ada orang yang bisa membuktikan bahwa PKI itu benar-benar ada?

Kita sebagai insan akademisi perlu fakta kongkrit untuk membuktikan semua itu. Nyatanya, tidak ada referensi, data,literatur dan penelitian ilmiah yang bisa membuktikan bangkitnya partai komunis tersebut semenjak kebaradaannya dianggap haram oleh TAP MPRS No 25 Tahun 1966.

Kita lupa bahwa PKI adalah isu. Yang namanya isu, kebenarannya masih fifty-fifty. Kenapa isu PKI ini menjadi ramai? Karena ada konsumennya. Konsumen isu PKI adalah sekelompok kaum bumi melengkung yang percaya bahwa 3 permen milkita setara dengan 1 gelas susu.


Mereka yakin seyakin-yakinnya kalau PKI sudah bangkit. Tapi ketika ditanya, siapa pimpinan PKI sekarang? Dimana markasnya? Dimana kantor cabangnya? Siapa saja anggota resminya? Mana data valid yang bisa membuktikan PKI itu ada?

Ketika ditanya seperti itu mereka hanya diam seribu bahasa.

Seyogyanya, mereka sendiri pun ragu dengan bangkitnya PKI. Sebab, tidak ada bukti otentik yang bisa mereka keluarkan kepada publik. Selama ini mereka hanya berteriak PKI telah bangkit hanya berdasarkan simbol palu arit. Selebihnya, hanya keyakinan yang tidak pernah bisa dibuktikan.

Kebangkitan PKI sama seperti mitos kalau sakit perut harus bawa-bawa batu. Dipercaya dan diyakini bisa menghilangkan sakit perut.tapi syaratnya batu itu harus dimasukan ke dalam dubur, sedalam-dalamnya.

Ketika kita terlalu sibuk dengan PKI, kita lupa bahwa di hadapan kita ada penyakit kronis bernama Narkoba, Korupsi dan Terorisme.

3 hal itu yang bukan lagi sekedar isu, tapi fakta yang siapapun bisa menjelaskannya secara spesifik. NKT (narkoba, korupsi dan Terorisme) telah memakan banyak korban.

Pelakunya sudah jelas. Orang-orang yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Mereka yang hanya mengedepannya ambisi sendiri dengan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah.

Kebangkitan NKT sudah jelas dan dapat dibuktikan. Pelakunya, pimpinannya, markasnya, dampaknya dan korbannya sudah bisa diketahui.

Narkoba dan Terorisme pelaku sudah jelas. Dalangnya siapa, ‘ideologi’nya apa, orang-orang yanag terlibat dan barang yang bisa perlihatkan ke publik sudah terpampang nyata.

Begitu juga dengan Korupsi. Pelaku-pelaku bisa ditelusuri, bahkan orang-orang yang mendukung korupsipun bisa kita lihat di tubuh parlemen.

Lah, kalau PKI? Pelakunya tidak jelas dan buktinya pun tidak jelas. Kenapa kita terlalu percaya dengan kebangkitan PKI sedangkan fakta NKT yang sudah di depan mata kita abaikan?

Orang jelek saja tahu kalau PKI itu hanya hantu di siang bolong. Mereka yang bakar-bakar bendera PKI pasti tahu kalau mereka sendirilah yang bikin bendera palu arit itu. Mereka pergi ke tukang sablon, minta dibuatin logo PKI gratisan, dibawa ke tengah lapangan, dan dibakar ramai-ramai.

Mereka yang melakukan itu, tidak tahu arti mubazir. Bendara PKI dibikin sendiri, dibakar sendiri. Itu sama saja kita bikin indomie, setelah jadi, lalu dibuang ramai-ramai. Mubazir kan? Lantas, apa faedahnya?

Kita tahu kalau keberadaan PKI sudah dilarang. Kalau sudah dilarang, ngapain di bangkit-bangkitkan? Kalau pun PKI itu benar-benar ada, siapa yang mampu mendirikan partai ini ke hadapan publik? Itu sama saja cari mati.

Negeri kita punya aparat hukum, punya TNI, punya Polisi dan jutaan warga Indonesia di dunia nyata, dunia maya maupun dunia ghoib yang siap menggebuk PKI kapan saja dan dimana saja. Massa kita lebih banyak dari PKI itu sendiri.Lalu, Apa yang perlu ditakutkan?

image via seword.com

Wahai Mahasiswa Apatis (part 4)


Kali ini, kesibukan memberikan alasan.

Bukan lagi dalih untuk menghindar dari kesalahan. Kini sang mahasiswa apatis menjelma menjadi sosok kapitalis, yang menilai sesuatu dari yang paling realistis.

Melalui kegiatan barunya, ia semakin yakin bahwa tidak ada gunanya lagi masuk organisasi.

Untuk apa?

Sang pujangga pernah berkata.. organisasi berasal dari kata organizing yang secara harfiah berarti MENGATUR.



Jika organisasi hanya membuat sang mahasiswa apatis lupa mandi lantas bau tai,

lupa kuliah lantas menghalalkan titip absen,

lupa mengerjakan tugas lantas di lapangan menjadi beringas,

serta yang terpenting lupa dengan segala kewajiban utamanya sebagai mahasiswa.

Maka, lupakan saja organisasi.

Sekali lagi, organisasi itu MENGATUR. Jika tidak bisa MENGATUR, baik itu mengatur jadwal, aktivitas sehari-hari dan tugas akademisi, maka lupakan saja organisasi.

Karena jika tidak bisa MENGATUR, organisasi bisa jadi hanya tempat untuk menganggur.

Oh, sungguh beribu-ribu sungguh, pahit sekali kata-kata sang pujangga itu. Tapi apa mau dikata.. Demi bumi dan semestanya, tapi itulah kenyataannya.

Sang mahasiswa apatis, berlari mencari suatu yang lebih realistis. Hobinya yang selama betahun-tahun ia tekuni, mulai mengalami titik terang.

Perjuangan mulai membuangkan hasil. Ia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia tidak mau menghabiskan 4 tahun di kampus hanya untuk menganggur.

Sang mahasiswa apatis punya cara tersendiri untuk menuju apa yang selama ini ia cita-citakan.

Bukan melalui organisasi, tapi jalan yang lebih luas dari itu. Apa? Menulis.

Dengan menulis, ada peluang yang akan mengantarkannya pada masa depan yang terang. Ia meyakini bahwa ada jalan sulit yang bisa ia tempuh untuk meraih mimpi itu.

Namun, mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus melepaskan embel-embel organisasi, tidak terikat dengan simbolitas yang mengaku idealis, tapi didalamnnya lebih banyak hura-hura hahahihi daripada fokus pada visi-misi.

Ia ingin melepas rantai formalitas yang selama ini mengekang dirinya. Setelah terbebas, ia akan lebih leluasa lagi menulis.

Kemudian mencari hal yang selama ini ia cari. Kembangkan bersama-sama dengan orang yang satu visi-misi dengannya.

Sekarang, disini bukan lagi berisi kemauan yang heterogon. Sebab, disini ia lebih punya banyak alasan untuk tetap bertahan. Sampai kapan? Sampai lupa kalau sekarang sudah malam.

Selamat tidur. Mimpi indah ya.

Tasikmalaya, 23 September 2017






Sebuah Komitmen Menulis Setiap Hari

Semenjak mengenal dunia menulis, saya sudah pernah membayangkan bahwa hobi ini bisa menghasilkan uang. Namun dalam prosesnya saya mengerti bahwa untuk mendapatkan uang dari menulis tidaklah mudah. 

Ada ketekunan super extra madraguna yang perlu dilakukan. Seperti yang pernah dilakukan penulis-penulis besar macam Dewi Lestari, Andrea Hirata atau Tere Liye. Mereka mengadu nasib dari menulis buku. 

Kita tahu sendiri bahwa untuk menciptakan mahakarya sebuah buku butuh proses yang panjang dan lama. Serta yang terpenting, piawai dalam menulis. Mereka harus punya jam terbang yang tinggi dalam kepenulisan untuk menciptakan tulisan yang diaangap baik dan enak dibaca.

menulis setiap hari

Rasanya jauh sekali ketika terbesit dalam pikiran saya untuk mengikuti jejak mereka. Maka selayaknya yang saya tahu, ada cara-cara kecil yang bisa saya tempuh untuk mengubah tulisan menjadi uang. 

Langkah yang sangat panjang saya lakukan. Hal yang paling termudah adalah dengan semakin megembangkan kemampuan menulis. Bagi saya menulis adalah sebauh investasi jangka panjang. Maka saya berusaha berkomitmen pada diri saya untuk senantiasa menulis setiap hari. Ya, setiap hari. 

Itu saya lakukan dengan menulis sebuah ‘diary digital’ dalam bentuk note atau saya terbiasa menulis tulisan-tulisan kecil, cerita sehari-hari, curhatan pribadi, atau sebuah rencana yang ingin saya gapai dalam file microsoft word. 
Saya sudah lakukan itu selama kurang lebih 3 tahun terakhir ini. Walaupun berkali-kali saya melanggar komitmen saya untuk menulis setiap hari karena alasan tertentu yang semua penulis amatir tahu: malas dan sedang tidak mood menulis.

Kalau sodara-sodara sekalian ingin tahu atau tempe, saya punya sebuah file ms. Words berjudul ‘catatan kaki’ yang jumlah halamannya sudah mencapai 260 halaman. Halaman setebal itu isinya hanya tulisan ga jelas yang pada intinya saya ingin meningkatkan kuantitas tulisan saya walaupun secara kuliatas tidak bisa di pertanggung jawabkan.

Saya juga punya lebih dari 350 file tulisan di ms.word yang memenuhi folder laptop dan flashdisk saya. Hampir separuhnya adalah tulisan saya yang ditulis dalam keadaan super badmood. Dari file tulisan sebanyak itu sebagiannya adalah tulisan fiksi seperti novel, cerpen, puisi, sajak, dan naskah drama, sisanya adalah tulisan opini, essai, review dan tulisan rewrite dari buku yang saya baca.

Sebagian file tulisan ada yang sudah selesai ditulis, kemudian saya posting di blog, ada yang dikirim ke koran, ada yang dikirim ke citizen media seperti Kompasiana dan Qureta, serta ada juga yang dikirim kontributor portal web. Separuhnya lagi lebih banyak yang menganggur karena isi tulisannya hanya mentok di tengah jalan.

Tapi pada dasarnya, saya tetap memegang komitmen: menulis setiap hari. Terlepas dari apapun konten tulisannya. Saya merasa harus lebih banyak belajar bila ingin terus mengembangkan kemampuan menulis. Bermimpi untuk seperti Dewi Lestari masih sangat jauh. 

Apalagi berpikir untuk mengantungkan nasib finasial saya di masa depan pada kegiatan menulis. Masih jauh. Jauh sekali. Kenapa saya memaksakan diri menulis setiap hari? Lelah kah? Lelah sekali. Pusing kah? Pusing sekali. Menyita waktu kah? Cukup menyita waktu kawan.

Akan tetapi, seperti  yang saya katakan di awal, bahwa perlu ketekunan extra mandraguna untuk menggapai itu semua. Perlu pengorbanan yang besar untuk mengasah pisau semakin tajam. Perlu ada konsistensi untuk mengubah pena semakin runcing dalam menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan. 

Sampai akhirnya ini akan jadi jejak yang baru. Ketika kerjakeras sudah dikerjakan, percaya bawah kebiasaan baik yang saya lakukan, terlepas dari keterpaksaan atau bukan, akan membuahkan hasil yang manis. Semanis senyuman kamu. Iya, kamu.

 
Copyright © 2015 :Daffa Ardhan. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates