Mengalahkan Diri Sendiri dengan Disiplin

Mengalahkan diri sendiri dengan disiplin

Sejak pertama kali kuliah di studi ilmu politik, kalimat yang paling saya ingat adalah kutipan dari seorang filsuf Yunani, Plato. Dia mengatakan, "Kemenangan pertama dan yang terbaik adalah menaklukan diri sendiri."

Plato menggambarkan bahwa manusia itu makhluk yang paling sering mentoleransi dirinya sendiri. Dalam arti, seseorang akan dengan mudah melupakan keinginannya karena alasan-alasan tertentu.

Dalam hidup, seringkali kita mengambaikan pencapaian yang ingin di raih. Sehingga kita tak pernah sampai ke tujuan karena tidak mau menjalani prosesnya.

Contoh kecil yang sering saya alami misalnya, saya punya keinginan membeli sesuatu. Saya sudah mengumpulkan sejumlah uang, tapi tiba-tiba saya tergoda untuk menghabiskan uangnya.

Hal itu yang bisa saya lakukan karena saya mengubah keinginan saya, padahal keinginan itu belum juga tercapai.

Ini terjadi juga pada banyak hal. Kita punya keinginan, mimpi, atau cita-cita. Tapi di tengah jalan kita berubah pikiran. Motivasi untuk mencapai keinginan itu berkurang bahkan hilang seketika.

Padahal salah satu kunci agar kita bisa mewujudkan keinginan adalah dengan disiplin. Saya sangat meyakini bahwa dengan disiplin, keinginan apapun bisa tercapai. Sayangnya, disiplin merupakan masalah semua orang.

Saya rasa banyak orang punya kesulitan tersendiri untuk disiplin. Ini yang sering saya lihat juga di lingkaran pertemanan. Ada beberapa teman yang punya mimpi, tapi tidak punya kedisiplinan yang tinggi.

Ini masalah kita semua, termasuk juga saya. Disiplin itu sebuah kunci dari kesuksesan. Tapi berapa banyak orang mampu melakukannya? Bahkan di lingkungan saya, saya tidak punya role model yang bisa dijadikan panutan soal kedisiplinan.

Saya berusaha mencari-cari, tapi tidak bertemu contoh idealnya. Akhirnya saya mengidolai seorang public figure yang punya kedisplinan yang bagus. Misalnya Pandji Pragiwaksono. Dia adalah contoh orang yang berhasil menerapkan prinsip disiplin dengan baik. Beberapa pencapaian dalam karirnya adalah bukti kedisiplinannya selama ini.

Memang, pilihan karir saya berbeda dengan Pandji. Tapi kedisiplinannya patut saya tiru. Meskipun saya tahu disiplin itu penting. Namun saya masih sulit melaksanakannya. Atau sejauh yang saya ingat, saya sudah coba melakukannya beberapa kali, tapi selalu gagal.

Bayangkan, disiplin itu rasanya tidak enak. Sumpah! sangat tidak enak. Makannya saya selalu salut dengan orang yang berhasil disiplin dengan satu hal selama bertahun-tahun. Sebab disiplin itu sama seperti mengonsumsi makanan yang tidak kita sukai setiap hari. Atau ketika kita membenci melakukan satu hal, tapi kita harus tetap melakukannya setiap hari. Kira-kira itu bayangan saya soal disiplin.

Contoh nyata yang saya lakukan selama 6 bulan terakhir ini misalnya melakukan journaling atau menulis jurnal. Banyak penulis besar dan psikologis terkemuka mengatakan bahwa kegiatan sederhana seperti menulis jurnal punya manfaat yang luar biasa.

Sebagai orang yang menyukai dunia menulis, melakukan journaling bukanlah masalah bagi saya. Tapi kalau dilakukan setiap hari, minimal 3 halaman, ya rasanya "mual" juga. Ada sedikit kejenuhan ketika melakukannya.

Saya sempat berhenti selama beberapa hari. Saya tergoda untuk melupakan kegiatan journaling itu dengan alasan malas. Namun tiba-tiba saya teringat soal prinsip disiplin. Saya berpikir, kalau saya gagal disiplin dalam menulis jurnal, artinya saya sudah dikalahkan oleh diri saya sendiri.

Itu artinya saya tidak bisa menjadi seperti apa yang dikatakan Plato bahwa kemenangan pertama dan terbaik itu datang ketika kita bisa mengalahkan diri sendiri. Maka dari itu, saya tidak mau kalah. Saya lanjutan journaling saya sampai hari ini.

Jujur saja, saya merasa puas. Berhasil disiplin menulis jurnal adalah keberhasilan kecil yang telah saya lakukan. Bukan itu saja, dalam hal lain seperti menyediakan waktu membaca buku minimal 30 menit sehari dan workout minimal seminggu dua kali sudah berhasil saya terapkan sampai bulan Juli 2020 ini.

Kemenangan kecil ini perlu saya rayakan. Setidaknya saya akan catat dalam sejarah hidup saya bahwa disiplin pada satu hal memang sulit, tapi masih bisa di usahakan selama saya punya kemauan untuk mengalahkan diri sendiri.

Saya rasa semua orang perlu mencoba apa yang saya lakukan. Menantang diri dengan sebuah kedisiplinan. Tidak perlu yang sulit-sulit. Dimulai dari hal kecil dan sederhana. Kalau berhasil melakukannya selama minimal sebulan, maka percayalah, ada kepuasan batin yang luar biasa yang akan kita rasakan.

Follow Instagram: @Daffa_Ardhan

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram