[Review Film] Parasite (2019), Drama Kebohongan Keluarga Miskin


Poster Parasite
Salah satu poster film Parasite yang unik
Keluarga miskin Kim ki-taek saling bekerja sama untuk memanipulasi identitas asli mereka demi bisa bekerja di keluarga kaya raya. Lantas, apa identitas mereka pada akhirnya akan terungkap? 

Selama 2 bulan terakhir, banyak film-film keren yang tayang bioskop. Terlalu banyak film yang di rekomendasikan orang-orang, membuat dompet saya terancam. Yang terancam bukan dompetnya, tapi isi-nya.

Dulu, saya sangat menunggu sekali Spider-Man Far From Home, tapi di sisi lain saya ingin bernostalgia dengan tontonan masa kecil, Toy story 4. Di lain waktu, film Alladin dan Men In Black Internasional begitu hype dan bikin penasaran. 

Yang pasti karena keterbatasan biaya, dari belasan film keren yang tayang, hanya satu atau dua film saja yang akan saya tonton. Sisanya saya tunggu  sampai ada versi gratisannya di Iflix atau menunggu sampai tayang di televisi setahun kemudian. Memang begini nasib sobat misqueen stadium 4.

Beberapa bulan terakhir ini film-film Hollywood hampir semuanya laris manis. Orang-orang ramai memenuhi Story Whatapps dan Instagram. Semua pada foto, pamer tiket bioskop, tapi anehnya tidak ada satupun yang tertarik memfoto tiket parkir.

Dibalik euforia itu, ada satu film Korea yang tiba-tiba nyempil diantara film lokal dan Hollywood. Namanya Parasite. Dari posternya sudah keliatan unik. Tapi lebih unik lagi karena beberapa film maker sekelas Joko Anwar ramai-ramai merekomendasikan film ini.

Jarang-jarang loh ada Sutradara film Indonesia yang memuji habis-habisan film Korea Selatan. Tebakan saya, itu terjadi karena film Parasite mendapat penghargaan Palm d'Or di Festival Film Cannes 2019. 

Mungkin itu yang membuat seorang Joko Anwar beserta teman-teman film maker lainnya jadi notice dengan film karya Bong joon-ho. Padahal, setahu saya banyak film korea yang tak kalah keren.

Karena penasaran, saya pun penasaran. Setelah memantapkan diri untuk tidak tergoda pamer tiket bioskop, akhirnya saya memutuskan menonton film ini. Sejauh yang saya tahu, film-film korea bertema Tragedi itu bagus-bagus.

2 tahun lalu saya pernah nonton film korea Taxi Driver yang bikin saya kagum dan terharu dengan jalan ceritanya. Kali ini, ketika saya ingin menontonnya, saya berharap Parasite bisa memberi kesan yang sama.

Setelah selesai menonton, tanggapan saya, ya sesuai ekspetasi. Tidak ada komentar dari saya selain kata keren abis. Walaupun menurut saya, Parasite tidak semenarik Taxi Driver, tapi film ini layak di ancungi jempol karena mengusung konsep cerita kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin yang dikemas dengan epik.

Saya sendiri baru sadar kalau pemeran utama Parasite dan Taxi Driver itu sama. Kebetulan yang bagus kan?

Sinopsis - Alur cerita
Keluarga Kim ki-taek yang miskin melipat-lipat kotak pizza. 

Film ini dibuka dengan adegan dari keluarga miskin yang tinggal di sebuah basement bawah tanah. Mereka merupakan pasangan Kim ki-taek dan dan istrinya, Choong-sook.

Mereka bekerja pas-pasan mengandalkan jasa melipat bungkus pizza. Ada pula kedua anaknya yang merupakan seorang fakir kuota. Ki-woo dan Ki-jeong hanya mengandalkan wifi tetangga yang kadang passwordnya saja lupa.

Untuk mendapat sinyal tethering yang bagus, mereka berdua harus naik ke samping kloset dan berhimpit-himpitan demi koneksi internet yang lancar. Sebuah pemandangan yang familiar bagi sobat misqueen yang hobi tethering ke orang lain.

Suatu hari, seorang teman Ki-woo menawarinya untuk mengganti posisinya sebagai guru les privat. Ki-woo harus mengajar anak SMA yang berasal dari keluarga kaya raya. 

Tentu saja dia senang karena bisa dapat pekerjaan. Tapi, untuk lebih meyakinkan keluarga tersebut, Ki-woo harus membuat ijasah palsu.

Setelah diterima, di hari pertama mengajar Da-hye, Ki-woo diawasi oleh ibunya, Yeon-kyo. Yeon-kyo langsung takjub dengan cara mengajar Kim-woo yang baik hati. Namun, Da-hye terlihat gugup ketika Ki-woo memberinya nasehat. Usut punya usut, Da-hye ternyata naksir padanya.
Ibu Yeon-kyo yang cantik jelita. Jadi ingat, sebelumnya ia pernah memerankan karakter seorang ibu juga di Beautiful World.
Selepas mengajar, Yeon-kyo bercerita pada Ki-woo kalau dia membutuhkan seorang guru untuk membimbing anak keduanya yang masih kecil. 

Ki-woo langsung kepikiran dengan adiknya, Ki-jeong. Ia berpikir agar bisa mengajak adiknya berpura-pura mengaku jadi lulusan kampus terkenal dan bisamenawarkan diri jadi guru les anaknya.

Ki-woo pun merekomendasikan Ki-jeong sebagai guru anak kedua Yeon-kyo yang bandel itu. Yeon-kyo langsung percaya dan mengiyakan saja rekomendasinya. Kakak beradik ini pun kemudiaan sama-sama mengajar kedua anak Yeon-kyo.

Kebohongan pun terus belanjut.

Ki-jeong mejebak supir pribadi suami Yeon-kyo, Mr. Park agar segera di pecat. Kemudian Ki-jeong diam-diam menawarkan seorang supir baru yang tidak lain adalah ayahnya yang sudah lama menganggur.

Tak lama setelah itu, pembatunya juga ikut dipecat karena alasan sakit yang di manipulasi oleh keluarga Kim ki-taek. Setelah itu, Choong sook resmi jadi pembantu pengganti.

Pada akhirnya satu keluarga bekerja di keluarga Mr. Park dan Yeon-kyo tanpa tahu kalau mereka semua adalah satu keluarga. Mereka makin kurang ajar ketika keluarga Mr. Park pergi keluar kota untuk berkemah.

Sampai disitu kita bisa melihak betapa jahatnya keluarga Kim ki-taek sangat keterlaluan. Saya tidak akan teruskan kelanjutannya akan seperti apa karena semakin banyak spoiler, semakin tidak seru nontonnya ya kan?

Banyak kejutan di tengah Cerita

Sebetulnya, hal yang paling menarik dari Parasite adalah adanya kejutan di tengah-tengah cerita. Ada sesuatu yang di sembunyikan dari seorang pembantu lama yang dulu bekerja pada keluarga Mr. Park.

Saya membayangkan, kalau saja film ini hanya mengadu konflik seputar keluarga miskin Kim ki-taek dan keluarga kaya Mr. Park, ceritanya mungkin akan terasa hambar. 

Justru konflik antara sang pembantu lama lah yang membuat Parasite menjadi film tragedi yang cukup mencengangkan. Penonton akan diajak pada alur cerita yang sulit ditebak endingnya akan seperti apa.

Bagi yang belum nonton mungkin kurang mengerti maksud yang ingin saya sampaikan karena jujur saya tidak mau menjelaskan detail konfliknya seperti apa (takut spoiler guys).

Jadi, dengan segala macam pujian dan penghargaan didapat, Parasite akan memberi hiburan yang menyegarkan. 

Seperti yang pernah dikatakan Joko Anwar, film ini bisa jadi semacam detoks bagi orang-orang yang selama ini terlalu sering di sungguhkan dengan film-film yang kurang berkualitas.

Genre: Tragedy, Comedy; Sutradara: Bong Joon-ho; Produser: Bong Joon-ho, Kwak Sin-ae, Jang Young-hwan- ;Penulis: Bong Joon-ho, Han Jin-won; Musik: Jung Jae-il; Sinematografi: Hong Kyung-pyo; Penyunting: Yang Jin-mo; Produksi: CJ Entertaiment,  Barunson E&E Corp; Rilis: 30 Mei 2019 (korea) & 22 Juni 2019 (indonesia); Durasi: 132 menit; Bahasa: Korea; Negara: Korea Selatan; Anggaran: 13,5 Miliar Won - Rating: 20+

Pemeran: Song Kang-ho, Jang Hyejin, Choi Woo-shik, Park So-dam, Cho Yeo-jeong, Lee Sun-kyun, Lee Jung-eun, Hyun Seung-min, Jeong Hyun-joon.

Foto: IMDB

1 komentar

  1. I write a comment whenever I appreciate a post on a site or iff I have something too contribute to the conversation. Usually it is triggered by the passsion.
    Filmepik

    ReplyDelete

My Instagram