Sajak | Kau yang Terus Mencari

Kau yang terua mencari

Hati kau mungkin telah mati,
Tenggelam dalam halusinasi,
sebab percaya harapan yang tidak pasti,
terpesona dengan manisnya janji-janji,
terbawa nostalgia dulu dan nanti.

Sia-sia saja berusaha dan terus mencari,
karena sudah tidak ada gunanya lagi,
kenyataannya tidak ada yang peduli,
meski angin mengatakan dia bukanlah harga mati,
tapi nyatanya banyak hal yang sulit mengerti.

Rasanya memang tidak sesakit ditusuk duri,
dan tidak senikmat hangatnya secangkir kopi,
tapi ada dinding besar yang menghalangi,
hingga akhirnya kegagalan terjadi berkali-kali,
Kau pun bersedih dan menyiksa diri.

Masih terdiam disini,
terkalut dalam malam yang sepi,
sayangnya tak ada lagi ruang untuk bersandar diri.

MengHayati,
Selasa, 9 Juli.

Foto: psychologies.co.uk

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram