Cari Motivasi Setiap Hari

Kata motivasi

Pernahkan kita mendengar kisah orang sukses lalu tergerak untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka? Atau setelah menghadiri sebuah seminar, kita merasa ingin berbuat sesuatu, entah ingin menjadi orang yang lebih rajin, tekun dan seterusnya? Kalau pernah itu artinya kalian sedang ter-influence oleh kata-kata motivasi.

Saya pernah melihat di salah satu acara televisi yang menayangkan seorang penulis sukses. Penulis itu menceritakan buku-buku best seller-nya dan berbagi tips menulis. Pastinya saya langsung termotivasi. Segeralah saya ambil laptop, buka Ms. Word dan menulis sebuah tulisan. Saya termotivasi ingin menulis buku juga.

Semangat saya berapi-api sampai berjam-jam menulis di depan laptop. Itu terus saya lakukan selama kurang lebih 3 hari. Setelah itu saya merasa jenuh, lelah, males dan gangguan mager lainnya. Padahal di hari pertama saya begitu semangat.

Bukan itu saja. Motivasi yang besar sering muncul ketika melihat tayangan dari motivator atau seorang tokoh yang inspiratif.

Ketika itu kita seakan ikut termotivasi untuk lebih giat kuliah, lebih rajin belajar dan seterusnya. Tapi mungkin kita semua pernah merasa kalau motivasi itu tidak bertahan lama. Motivasi itu hanya bekerja beberapa hari saja, setelah itu efeknya akan hilang.

Sama seperti meminum obat sakit kepala. Ketika obatnya diminum, pusingnya akan hilang. Tapi kemungkinan di lain hari pusingnya akan datang lagi. Yang namanya obat, hanya bekerja sementara dalam tubuh.

Maka dari itu, resep obat dari dokter biasanya harus diminum setiap hari untuk meredakan nyeri agar rasa sakitnya hilang sampai benar-benar sembuh.

Obat sakit kepala dalam hal ini mirip seperti sebuah motivasi. Efeknya hanya terasa hanya dalam hitungan hari. Setelah itu efeknya akan hilang.

Hakekatnya, motivasi itu mirip seperti sebuah obat yang akan menyuntikkan gairah kita dalam melakukan sesuatu. Tapi karena motivasi hanya berefek sementara, maka perlu ada repitisi atau motivasi yang berulang-ulang.

Terkadang motivasi memberi pengaruh kecil dalam hidup kita karena motivasi tersebut hanya sampai dibibir, hanya sampai di pikiran, tapi tidak disertai dengan tindakan.

Akhirnya motivasi kadangkala disebut bullshit. Motivasi dipandang hanya memberikan kenyamanan bagi seseorang. Namun akan jadi percuma ketika motivasi tak dibarengi dengan aksi.

Namun setelah ada aksi itu dilaksanakan, jangan senang dulu. Bisa jadi aksi itu tidak berlangsung lama. Seperti yang saya sebut sebelumnya, bahwa motivasi itu seperti obat. Efeknya hanya sementara. Kalau efeknya sudah hilang, bisa saja aksi yang kita lakukan berhenti di tengah jalan.

Maka menjadi penting kalau motivasi itu harus berkesinambungan. Dilakukan secara terus-menerus. Disaat motivasi itu turun, maka kita perlu meningkatkannnya lagi.

Cari sesuatu yang membuat kita termotivasi lagi. Dan jangan lupa untuk terus melakukan aksi. Lakukan tindakan setelah kita meminum obat bernama motivasi itu.

Yang saya lakukan ketika saya ingin terus konsisten dengan menulis, saya berusaha mencari motivasi setiap hari. Saya cari kata-kata mutiara yang berhubungan dengan produktifitas menulis. Saya cari tayangan film atau nonton video seminar atau diskusi menulis.

Saya pun follow akun-akun social media para penulis sukses dan menyimak bagaimana mereka bisa se-produktif itu. Karena saya berpikir, kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?

Kalian juga bisa mencontoh pada bidang yang kalian sukai. Misalnya, kalian ingin menjadi seorang pemain sepakbola, arsitek, seniman, dan lain-lain.

Kuncinya belajar untuk berkomitmen, berlatih secara terus-menerus, cari juga motivasi setiap hari agar kita terus terpacu dan semangat meraih mimpi kita.

Meski untuk komitmen dengan satu kegiatan atau rutinitas itu terkadang bikin jenuh dan tidak mood, tapi komitmen harus tetap dipertahankan. Saya merasakan sendiri, di tengah motivasi yang menggebu-gebu, saya sering merasa jenuh dengan menulis.

Tapi yang saya lakukan adalah memaksakan diri untuk terus melakukannya. Keliatannya sesuatu yang dipaksakan itu buruk ya? Tapi kenyataannya tidak selalu begitu. Justru jika tidak dipaksa, maka tidak akan ada kemajuan pada komitmen yang telah kita jalankan.

Memaksa sesuatu diawal memang terkadang menyiksa. Tapi tidak lagi terasa ketika kita membiasakannya. Untuk sedikit meredakan rasa menyiksa itu, maka kembali lagi ke motivasi.

Cari lagi dan cari terus motivasi yang membuat kita semangat. Selain motivasi external yang bisa kita dapatkan dari orang lain, kita juga mencari motivasi dari diri sendiri.

Yakinkan hati untuk terus berkomitmen pada mimpi. Pikirkan oang-orang terdekat, saudara, keluarga atau pasangan bisa memberi kita tambahan motivasi.

Apa kalian tertarik untuk mencobanya?



0 komentar:

Post a Comment

My Instagram