Bukan Paranormal Experience


Paranormal experience atau pengalaman yang berkaitan dengan cerita horror saat ini lagi hype hype-nya di youtube. Banyak konten horror yang masuk trending. Sebagai orang yang percaya hal-hal mistis, saya lumayan mengikuti cerita horror yang sedang hits dan kekinian. Memang. Setan-setan pun sekarang makin eksis dan hobi panjat sosial.

Saya pun terkadang ikut terbawa suasana. Maksudnya, setelah menonton video paranormal experience, saya jadi lebih sensitif dengan keadaan di sekitar saya. Kalau ada suara keresek-keresek sedikit saja, yang ada dipikiran saya langsung hantu. Padahal aslinya cuma khoceng oren yang kurang ajar.

Sebetulnya saya bukan orang yang menakut. Saya pernah hampir seminggu ditinggal sendiri di rumah karena ibu dan adik saya menghadiri satu acara penting di luar kota. Saya merasa tidak ada yang perlu ditakutan.

Justru yang saya takutkan bukan hantu, tapi maling. Makannya saya lebih waspada kala itu. Mengecek satu persatu dari mulai mengunci pintu. pagar, dan jendela. Walaupun dulu di rumah saya sempat ada kejadian horror, berupa gangguan kecil.

Bahkan seorang ustad yang pernah datang ke rumah, bilang kalau rumah saya memang ada penunggunya. Saya tidak tahu apa yang dikatakan ustad itu benar atau hanya bercanda. Yang jelas, sudah bertahun-tahun ini, tidak pernah ada ganggguan kecil itu lagi.

Untuk orang-orang yang tidak percaya dengan begitu-begituan, mereka selalu punya cara untuk menjelaskan keanehan yang mereka rasakan. Semacam berusaha positif thinking. Memang akan selalu ada yang bisa dijelaskan dengan logis tentang fenomena tertentu.

Tapi kenyataannya, jika kelogisan sudah tidak bisa dijelaskan, maka mau tidak mau mereka pun akhirnya bisa percaya bahwa di dunia ini kita tidak sendirian. Ada makhluk yang hidup di dimensi lain yang berdampingan dengan kita sebagai manusia.

Walaupum begitu, banyak orang yang terlanjur parnoan karena terlalu sering di susupi oleh konten-konten horror. Akhirnya segala sesuatu yang sedikit janggal selalu dikaitkan dengan mistis. Padahal bisa jadi itu hanya halusinasi kita yang dilebih-lebihkan.

Pernah suatu hari, saat saya masih SD, ada kejadian yang bikin gehger satu RT. Pada tengah malam, ada terdengar suara orang menangis, kadang tertawa, kadang meringis. Suaranya bikin orang-orang ketakutan.

Tidak ada yang tahu asal suara itu berada. Bahkan teman-teman saya bercerita kalau ketika semua anggota keluarganya mendengar suara menakutkan itu, tidak ada yang berani mengecek keluar. Mungkin mereka hanya terdiam dan tidak berani beranjak dari tempat tidur.

Gosip tentang suara aneh itu menyebar seantero komplek selama beberapa hari. Semua ketakutan dan anak-anak yang biasanya main-main setelah magrib, malah tidak ada yang berani lagi keluar.

Namun selidik demi selidik, beberapa hari kemudian, ada seseorang yang mengonfirmasi kejadian itu. Ternyata suara menakutkan itu datang dari salah satu anggota keluarga di komplek saya yang selama ini dikenal terkena gangguan mental. Pada tengah malam, tanpa sepengetahuan pihak keluarga, dia kabur dari rumah dan mengelilingi komplek sambil teriak-teriak tidak jelas.

Dari kejadian tersebut akhirnya terungkap bahwa yang selama ini ditakutkan warga bukanlah suara makhluk asral. Orang-orang selama beberapa hari terlanjur percaya itu suara setan karena halusinasi warga yang terlanjur parnoan.

Padahal kalau warganya lebih logis, harusnya tidak langsung mikir yang aneh-aneh. Dan harusnya saat kejadian, di cek dulu keluar untuk memastikan suara apa itu. Tapi warga kebanyakan malah tidak ada yang berani keluar. 

Foto: foap.com

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram