Psikosomatik, Setres yang Memicu Mual hingga Muntah

Mual psikosomatik

Kondisi psikis memang sangat mempengaruhi kondisi tubuh. Seseorang bisa sakit fisik karena pola hidup yang tidak sehat dan akan semakin memburuk jika psikisnya juga sedang bermasalah.

Kakak saya yang bekerja sebagai perawat pernah bercerita kalau setiap pasien di rumah sakit harus di tangani dengan sangat baik. Bukan hanya diberi obat dan makanan yang rutin, tapi kondisi psikisnya juga harus diperhatikan.

Selain keluarga, seorang dokter dan perawat pun terlibat agar si pasien dalam kondisi psikis yang sehat. Misalnya, ketika sakit, diusahakan pasien dihindari dari yang namanya setres.

Si pasien harus diajak berkomunikasi dengan hal-hal positif dan jangan mengeluarkan ucapan yang memicu beban pikiran, apalagi menyangkut penyakitnya.

Jadi terbayang oleh kita bahwa kondisi psikis seseorang tidak boleh disepelekan. Terlebih jika penyakit itu timbul karena psikisnya bermasalah, sudah tentu harus segera diobati.

Berbicara soal psikis, ada seorang teman yang selama ini punya kebiasaan aneh. Dia sering terlihat mual-mual di depan saya. Kalau lagi ngobrol, tiba-tiba mulutnya seperti mau muntah. Saya tanya "kenapa?" jawabannya, "Enggak apa-apa."

Saya sempat berpikir teman saya bisa mual-mual sanpai mau muntah gara-gara lihat muka saya. Tapi masa iya muka setamvan ini bisa bikin orang mau muntah. Kan enggak make sense.

Saya tidak pernah memergoki dia muntah. Tapi saya pikir dengan intensitas mual yang sering seperti itu, tidak mungkin kalau dia sampai tidak muntah.

Saya tidak tahu kenapa dia seperti itu. Saya kira, kalau dilihat dari gejalanya, hanya ada dua kemungkinan. Pertama dia hamil, kedua dia masuk angin.

Tapi kemungkinan pertama sudah pasti salah karena teman saya ini laki-laki tulen. Kemungkinan kedua masih masuk akal. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saya masih skeptis. Sebab setahu saya, dia tidak suka keluyuran malam apalagi telat makan.

Berbulan-bulan setelah fenomena mual-mual gaje itu, saya merasa menemukan satu alasan yang agak masuk akal tentang gejala aneh yang menimpa teman saya itu.

Ya, setidaknya alasan ini bisa memberi jawaban altenatif bagi saya untuk sadar bahwa mual-mual itu bukan cuma disebabkan karena tanda-tanda kehamilan atau masuk angin. Ternyata, ada alasan yang bagi saya sendiri cukup mengejutkan.

Jadi dalam ilmu medis sendiri, ada istilah yang dinamakan psikosomatik. Apa itu? Kurang lebih artinya sebuah gejala dimana tubuh kita bereaksi karena adanya masalah psikis, seperti merasa cemas, takut, setres, depresi dan seterusnya. Jadi ini seperti "penyakit" pikiran yang bisa menyerang tubuh.

Misalnya, ada orang yang ketika merasa cemas, tiba-tiba perutnya sakit. Ada orang yang ketika banyak pikiran, tiba-tiba  pilek dan batuk. Namun ada juga orang yang mengalami mual-mual bahkan sampai muntah ketika sedang setres. 

Ketika saya mengetahui fakta ini, saya langsung teringat dengan teman saya itu. Jangan-jangan, dia sering kepergok mual-mual, bukan karena masuk angin, tapi sedang mengalami salah satu gejala psikosomatik dalam reaksi mual-mual.

Tapi Wallahualam ya. Ini hanya tebak-tebakan saja. Yang lebih mengejutkan lagi sebetulnya, psikosomatik dengan gejala mual-mual ini juga pernah menimpa saya.

Kenapa saya mengatakan seperti itu? Karena saya baru sadar kalau dulu saya pun sering mual-mual enggak jelas. Tapi waktu itu saya tidak pernah berpikir ada penyakit lain selain masuk angin.

Ketika merasa mual, yang ada di pikiran saya cuma masuk angin atau telat makan. Jadi yang saya lakukan biasanya langsung cari makanan buat di lahap atau minum tolak angin.

Tapi saya merasa ada yang janggal karena walauoun sudah minum segala macam obat penangkal masuk angin, saya tetap sering merasa mual.

Setelah dipikir-pikir lagi. Mual-mual yang saya rasakan bertepatan ketika saya lagi setres-setresnya. Atau kalau saya lagi banyak pikiran dengan tugas dan deadline.

Tapi katanya ada orang yang merasa mual-mual juga kalau lagi deg-degan presentasi, atau interview kerja. Ada juga orang yang mual-mual sampai muntah kalau mau ketemu gebetannya. Aneh bukan?

Tapi ya begitulah yang namanya psikosomatik. Setidaknya sekarang ini kita jadi tahu kan kalau penyakit psikis itu bisa mempengaruh tubuh. Semoga setelah membaca artikel ini wawasan kita semakin luas, seluas samudera.

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram