Kelu Kesahmu


Kelu kesah

Kesal juga ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Kamu pikir kamu terlalu banyak angan-angan. Khayalannmu terlalu ketinggian. Sampai lupa kalau kamu jatuh, tidak ada seorang pun yang akan menolongmu.

Tidak ada satupun bintang yang mencoba menangkapmu dari bawah. Tidak satupun awan yang mengangkat tangannya, memberimu keselamatan.

Kamu pun jatuh tanpa pertolongan. Tidak ada yang peduli dengan sakitmu. Kamu harus bangkit sendiri meski sakit itu belum reda.

Kamu terseok-seok di tanah yang basah. Seluruh badanmu terluka. Goresan darah memenuhi perihmu. Air matamu basah bersamaan turunnya hujan.

Ada apa denganmu? Apa yang salah denganmu? Selama ini, kamu begitu tegar menghadapinya. Kamu berusaha menerima hal buruk yang menimpamu. Tetapi, akhirnya kamu tak sanggup memikul beban itu. Terlalu berat dirasa. terlalu sakit di luka.

Seseorang berpesan padamu agar meninggalkan keyataan yang ada. Merelakan takdir yang bukan lagi milikmu. Sesaat, kata-kata itu terdengar indah di telinga. Kamu tenang dengan segala wejangannya.

Namun nyatanya, langkah itu sulit kamu praktekan. Kamu tahu kaki ini tidak bisa kamu gerakan lebih cepat dari biasanya. Seperti ada yang menahan. Seperti ada batu besar yang menahan langkahmu.

Kekecewaan datang silih berganti

Bahagia sesekali datang menghampirimu. Memberimu senyuman. Tapi itu tidak berlangsung lama. Dalam waktu yang berdekatan, kekecewaan mendatangimu tanpa memberi aba-aba. Bahkan memberi salam pun tidak. Tidak sopan memang.

Seketika bahagia berubah menjadi sedih. Kamu tak menduga bahagia hanya datang sekejap. Kamu tidak menduga sedihmu datang secepat itu.

Tanpa banyak kata, seseorang yang kamu cintai meninggalmu dalam lelah. Apa salahmu? Kamu pun tidak tahu. Kalau kamu tahu, siapa yang menyangka akan sesakit itu. Selama ini kamu berusaha untuk bertahan sambil berharap suatu saat Tuhan akan memberimu keberuntungan.

Setelah lama menunggu, keberuntungan itu tak pernah datang. Kamu tak menyalahkan Tuhan. Kamu percaya Dia akan memberi pengganti yang lebih baik.

Meski kecewa datang silih berganti, kamu ikhlas menerimanya. Sebab, jika memang sudah takdirnya, yang telah pergi akan datang kembali.

Seseorang dari masa depan

Kali ini kamu bersedih hati. Melihat dunia dengan pilu. Kamu mengerti bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada kebahagiaan baru yang menunggumu disana.

Hubunganmu memang telah berhenti. Tubuhnya sudah tak ada disini. Dan hatinya sudah bukan untukmu lagi. Sudah kecil harapan untuk bersama. Apalagi terikat dalam jalinan asmara.

Namun, dihadapanmu ada setitik cahaya. Cahaya itu mendekatimu. Mengajakmu pada harapan baru. Ada seseorang yang menunggu untuk kamu jemput. Seseorang itu ada di masa depan. Siap memberi tangannya untuk kamu genggam.

Kamu yakin hal indah itu akan terjadi suatu saat nanti. Menghantarkan mimpimu menjadi kenyataan. Dan segala keluh kesahmu malam ini akan segera berakhir.

MengHayati, 6 September 2019.

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram