Sesuatu yang Mengingatkanmu pada Masa Lalu

Ingat masa kecil
Anton Ego dalam Ratatouille
Saya pernah membuka playlist lagu lama saya. Sayangnya playlist itu sudah hilang. Tapi saya masih ingat daftar lagu apa saja yang sering saya dengar dulu. Lalu saya coba download lagu-lagu itu. 

Kemudian ketika saya dengarkan, tiba-tiba saya langsung teringat pada masa-masa SMA.  Masa dimana saya pernah terjebak dalam cinta monkey.

Ketika saya mendengar lagu-lagu zaman dulu tersebut, perasaannya campur aduk. Kadang sedih, kadang bahagia, tergantung lagu apa dulu yang di dengar. 

Beberapa lagu memang mengingatkan saya pada sesuatu. Atau beberapa lagu memang punya vibe yang menyedihkan dan membuat saya mengenang kejadian-kejadian yang telah lama berlalu.

Seseorang pernah bercerita, kalau sebuah lagu memang sering jadi alat untuk bernostalgia. Kenagan-kenangan lama bersama keluarga, teman dan orang-orang tercinta bisa kembali teringat begitu saja ketika diputar dengan satu buah lagu.

Ada orang yang ketika mendengar satu lagu seperti lagu Noah misalnya, lalu teringat dengan almarhum ayahnya. Katanya, lagu tersebut sering didengarkan ketika almarhum masih hidup. Dan almarhum sering memutar lagunya di pagi hari. Lantas, ketika suatu hari lagu itu diputar kembali, dia jadi ingat ayahnya lagi.

Selain lagu, ada banyak hal yang bisa mengingatkan kita pada masa lalu. Contohnya makanan. Ada seseorang yang tinggal di luar negeri. Ketika dia menyantap makanan indonesia yang enak, dia langsung ingat kampung halamannya.

Kalau kalian pernah melihat film animasi Ratatouille yang mengisahkan tikus yang pintar memasak, mungkin kalian kenal dengan karakter Anton Ego, seorang kritikus restoran yang sangat terkenal. 

Suatu hari, Anton Ego dijamu untuk datang ke restoran milik Gusteau. Ego meminta agar restoran tersebut menyajikan makanan terbaiknya. 

Singkat cerita, si tikus Remy menyajikan makanan khas dari Perancis bernama Ratatouille. Tanpa disangka, makanan sederhana ini mampu membuat Ego bengong karena makanan ini mengingatkannya pada masa kecilnya.

Dari situ kita bisa melihat kalau makanan juga punya kekuatan besar dalam merawat kenangan lama. Dalam hal lain misalnya, seseorang bisa teringat dengan masa mudanya ketika sekedar mencium bau hujan.

Ada yang tiba-tiba mengingat ibunya yang tinggal desa ketika mencium aroma masakan rumahan. Atau, sampai ada pula yang tiba-tiba teringat dengan kota kelahirannya ketika mencium bau comberan. 

Keliatannya aneh, tapi kenyataannya begitu. Banyak hal yang bisa membawa kita pada ingatan masa lalu meskipun berasal dari hal jorok sekalipun.

Bagi saya, sungguh menakjubkan ketika seseorang bisa merawat kenangan di masa lalu itu hanya dengan menghubungkan pada hal-hal kecil seperti mendengarkan lagu, makanan, aroma, atau tempat tertentu. 

Meskipun pada beberapa kasus, sebuah kenangan terkadang ada kaitannya dengan memori buruk. Misalnya kenangan dengan mantan atau orang-orang yang pernah menyakitkan hati.

Saya punya seorang teman yang benci sekali kalau mendengar nama Hendra, karena nama itu mengingatkannya pada mantannya terdahulu.

Sampai-sampai nih, dia pernah cerita kalau dia, tidak tahu kenapa, jadi membenci semua orang yang namanya Hendra, termasuk Hendra teman kampusnya. Padahal, Hendra yang jadi temannya saat ini bukankah Hendra mantannya. Keliatannya memang tidak rasional. Tapi begitulah terkadang ingatan pahit pun bisa membangkitkan ingatan di masa lalu.

Dalam ilmu NLP, proses dimana kita bisa mengingat sesuatu di masa lalu disebut sebagai anchoring. Anchoring bukan saja terjadi pada manusia, tetapi juga pada hewan. Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh tentang hal itu. 

Tapi pada intinya, kita menyadari bahwa setiap orang, saya yakin, pasti punya hal-hal yang bisa mengingatkan mereka pada seseorang atau pada kejadian tertentu di masa lalu. 

Terlepas dari ingatan itu indah atau pahit, masa lalu bisa jadi sebuah pembelajaran hidup yang senantiasa membentuk kita menjadi orang yang sekarang. Bukankah itu bagian dari sesuatu yang patut kita syukuri? Seburuk apapun masa lalu kita, hal itu akan selalu jadi cerita yang bisa kita jadikan patokan untuk menjadi manusia yang lebih baik. 

Foto: twistedsifter.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.