Betapa Berharganya Informasi di Internet


Jakartanicus
Salah satu Youtube Channel yang sering membahas dunia sosial politik

Internet telah mempersingkat kita melalui jalur penerimaan informasi yang panjang. Sebab itu, kita akan menyadari betapa mudahnya kita mendapat segala macam informasi tanpa harus melakukan mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya.

Saya cukup keranjingan dengan video-video di Youtube. Selain nonton video unfaedah yang berbau ashiap, saya pun sangat tertarik dengan Youtube channel yang bahasannya serius.

Saya suka menonton video dari channel yang ada kaitannya dengan jurusan kuliah saya seperti Geolive dan Jakartanicus. Selain itu, video motivasi dan edukasi seperti BukaTalks juga jadi referensi yang menarik.

Kadang saya suka membayangkan, ilmu yang saya dapat di bangku kuliah tidak ada apa-apa dengan ilmu yang saya dapat lewat Youtube. Sebab, saya merasa segala macam informasi yang terkait dengan jurusan saya, semua melimpah ruah di internet.

Hanya saja bedanya, kampus tempat saya belajar memberikan akses informasi dua arah, ada interaksi antara pemberi informasi (dosen) dengan si penerimanya (mahasiswa) sehingga ada terjadi diskursus yang continue.

Lebih dari itu, bagi saya ilmu pengetahuan yang ada di kampus sebetulnya bisa didapat dimana saja, termasuk di internet.

Kadang pula saya berpikir berkat informasi di internet, saya bisa memangkas waktu lebih banyak untuk menerima informasi atau ilmu baru. Saya coba ilustrasikan seperti ini:

Suatu hari, teman-teman saya menghadiri sebuah seminar, sedangkan karena satu dan lain hal, saya terpaksa tidak ikut menghadirinya. Akan tetapi, untungnya seminar ini ada dokumentasi videonya, jadi ada saya biaa menontonnya di Youtube.

Adakah kesamaan antara saya dan-teman teman saya?

Ada. Kami sama-sama tahu isi seminar. Sama-sama tahu apa yang dibicarakan oleh narasumbernya, sama-sama tercerahkan dengan pembicara inspiratif yang hadir dalam sebuah seminar.

Yang membedakan antara saya dan teman-teman saya adalah saya tidak datang ke seminar sedangkan mereka datang (plus mendapat snack dan beserta makanan berat).

Kemudian, teman-teman saya pun harus bangun pagi-pagi, harus bersiap-siap mandi, naik motor atau paling tidak pesan ojek online, menempuh waktu sampai setengah jam, kadang terjebak macet, sampai ke lokasi duduk dan menyaksikan seminar hingga selesai.

Sedangkan saya, hanya menyediakan kuota internet yang cukup, pilih kualitas 140p agar tidak boros (bodo amat mata rusak) dan terakhir cari video seminar tersebut di Youtube.

Kemudian saya tinggal pilih, mau duduk santuy depan halaman rumah atau tiduran di kasur yang nyaman. Lalu segera menonton tayangan seminar hingga selesai.

Bayangkan, berapa banyak waktu yang bisa saya potong untuk mendapat ilmu baru dari sebuah seminar? Meski kekurangannya tidak bisa berinteraksi (tanya jawab etc)  dengan narasumber, tetapi menonton seminar lewat Youtube merupakan jalan pintas yang sangat membantu.

Mereka yang datang ke seminar membutuhkan effort yang lebih besar dibandingkan saya yang bisa jadi tidak perlu keluar rumah untuk mendapat ilmu yang sama. Itu artinya, internet telah memberi jalan bagi semua orang untuk mendapat berbagai informasi tanpa terbatas oleh tempat dan waktu.

Dulu, saya sering membandingkan saya ketika sedang kuliah dan libur kuliah. Ketika kuliah saya merasa produktif karena bisa masuk kelas, dapat ilmu baru dari Sosen. Sedangkan ketika libur kuliah, saya merasa tidak produktif.

Padahal, kenyatannya, kalau di pikir-pikir lagi, ketika libur kuliah malah saya bisa lebih produktif atau setidaknya sama produktifnya.

Kenapa? Saya ingat ketika libur, saya jadi punya waktu membaca buku-buku yang tidak sempat saya baca ketika sibuk kuliah. Saya pun lebih banyak waktu menonton video Youtube edukasi dan kritis.

Internet bukan hanya memberi akses informasi yang luas, tetapi juga berhasil memotong perjalanan dan  proses kita untuk mendapat ilmu atau informasi yang sana. Kita jadi bisa mendapat ilmu baru lebih cepat dan efektif.

Bukankah ini kesempatan berharga yang bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya?

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram