Biasa karena Dipaksa

Kebiasaan baru

Saya teringat dengan cara yang sering ayah saya terapkan kepada anak-anaknya. Beliau mengatakan untuk membuat kebiasaan baru pada awal-awalnya memang harus dipaksakan.

Dipaksa dalam arti kita perlu memaksa diri keluar dari zona nyaman. Dan untuk mengakalinya, kita mesti lakukan pembiasaan secara bertahap.

Misalnya, terapkan satu kebiasaan selama 3 hari dulu, lalu selanjutnya terapkan selama seminggu, kemudian sebulan. Jika belum terbiasa juga, lakukan lebih lama lagi. Bisa selama 3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya sampai kita merasa tidak tebebani dengan kebiasaan itu dan bisa melakukannya tanpa terpaksa.

Semasa kecil, saya terapkan cara itu saat masih belajar iqro dan menghafal surat-surat pendek. Saya terapkan juga dengan membiasakan diri sholat 5 waktu (dulu sholat saya memangg asih suka bolong-bolong) sampai membiasakan diri untuk meluangkan waktu membaca Al-quran setelah sholat magrib.

Meskipun pada prakteknya terkadang tidak sesuai teori yang diajarkan tapi setidaknya ada kemajuan dalam diri saya untuk mengaplikasikan kebiasaan baru yang positif.

Cara ayah saya itu pun coba saya terapkan dalam menulis. Saya selalu punya target dalam menulis seminggu itu minimal 2 artikel. Itu minimal ya, kadang bisa lebih, kadang juga tidak.

Selama libur kuliah ini, saya meningkatkan level produktivitas menulis saya dari yang minimal seminggu 2 kali jadi menulis setiap hari. Berat? Sangat berat. Kalian bisa bayangkan susahnya mencari ide menulis. Saya pun awalnya ragu bisa mempraktekkannya.

Namun saya coba selama 3 hari. Eh ternyata bisa. Kemudian saya lanjut biasakan menulis selama seminggu full. Ternyata bisa juga. Dan sampa hari ini, saya sudah menerapkan kebiasaan menulis setiap hari selama 13 hari berturut-turut.

Saya tidak menjamin bisa menerapkan kebiasaan ini hingga berbulan-bulan. Tapi setidaknya, saya bisa mengisi libur kuliah saya dengan hal yang baik. Tetapi saya rasa, saya bisa menerapkan kebiasaan ini karena ada waktu dan ide yang disiasati.

Pertama, libur kuliah adalah waktu yang tepat untuk membuat kebiasaan baru dimana saya tidak perlu repot membagi waktu saya dengan tugas-tugas dari dosen dan kepentingan-kepentingan lainnya, sehingga saya bisa lebih fokus pada satu kerjaan yakni menulis.

Kedua, saya punya lebih banyak waktu luang untuk mencari ide atau gagasan secara utuh sehingga saya bisa mencurahkannya dalam paragraf yang panjang.

Diluar menulis, kalian pun bisa menerapkan kebiasaan baru. Misalnya, kalian punya target ingin membaca 3 buku selama sebulan. Kalian bisa coba praktekkan selama 3 hari.

Dimulai membaca 10 halaman sehari misalnya. Tentukan juga waktu yang kira-kira pas dan nyaman untuk membaca buku seperti pagi hari atau mungkin kamu merasa lebih enak meluangkan membaca buku sebelum tidur. Itu juga bisa.

Intinya target yang ingin kalian capai bisa terpenuhi. Jika selama 3 hari itu kalian masih sanggup, lanjut selama seminggu, sebulan dan seterusnya.

Bagaimana jika di 3 hari pertama kita sudah tidak sanggup? Ya itu kembali pada diri masing-masing. Apakah mau terus komitmen dengan kebiasaan baru atau tidak.

Untuk membentuk kebiasaan baru, memang butuh niat yang kuat untuk keluar zona nyaman. Dan itu sangat-sangat-sangat tidak mudah. Sebab saya pun merasakan sendiri. Tapi jika kalian punya tekad dan kemauan yang kuat, seberat apapun pasti bisa menerapkan kebiasaan baru itu dengan baik.

Tertarik mencoba membentuk kebiasaan baru? Yuk coba dan pikirkan apa kebiasaan baru yang ingin kamu bentuk.

Semoga menginspirasi!

Foto: peerrecoveryindiana.org

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram