Terpaksa Membaca Buku

terpaksa baca buku

Ada momen dimana saya sedang suka-sukanya membaca buku, namun ada momen juga dimana saya lebih memilih melakukan aktivitas lain daripada membaca buku. Momen itu selalu diawali oleh ‘keterpaksaan’. Keterpaksaan muncul karena dorongan internal dan external

Dorongan external misalnya saya harus membaca buku untuk keperluan membuat makalah dan tugas-tugas kuliah. Jika tidak ada tugas maka otomatis tidak membaca buku.

Dorongan internal misalnya mulai ada kesadaran dari diri saya untuk meningkatkan literasi membaca saya yang rendah. Hal lain yang bisa mendorong saya adalah kegiatan menulis yang selama ini saya lakukan. Untuk membuat satu tulisan, butuh yang namanya riset mendalam. 

Riset itu dilakukan dengan membaca banyak tulisan, membaca referensi buku yang terkait dengan topik tulisan yang akan saya buat. Dari seringkali proses menulis itu bisa memakan waktu yang lama bukan karena bingung mau nulis apa, tapi pertimbangan tentang seberapa banyak referensi bacaan yang telah saya baca. Hal Itu sangat berpengaruh pada seberapa kaya informasi yang ada dalam tulisan. Juga berbanding lurus dengan semakin banyaknya jumlah kata yang dimuat.

Untuk membaca buku, selalu ada godaan-godaan bernama malas. Rasa malas bisa hadir karena prioritas waktu saya lebih banyak diisi dengan kegiatan yang dianggap lebih menyenangkan. Daripada membaca buku lebih baik menonton film. Atau daripada membaca buku lebih baik mendengarkan lagu, browsing, main sosmed atau sekedar main games. 

Yang unik, ada beberapa momen ‘keterpaksaan’ lain yang akhirnya membuat saya keranjingan membaca. Misalnya kuota internet habis. Saya jadi tidak bisa browsing-browsing di internet atau membuka halaman media sosial saya. Karena tahu sendiri, generasi milenial seperti saya 1 detik tanpa internet saja sudah bikin mata gatal-gatal, bibir pecah-pecah dan sariawan. Jadi ketika kuota habis, biasanya jalan terakhir untuk membunuh rasa bosan adalah dengan membaca buku. 

Terkadang pula, saya bisa lebih produktif menulis ketika kuota internet habis. Ya! Seperti hari ini. Tulisan pendek ini saya buat ketika paket internet saya habis dan saya belum punya uang untuk membeli paket internet yang baru. saya buat tulisan ini di Ms. Word. Setelah ada paket internet, barulah saya posting tulisan ini di blog dan halaman facebook saya.

sumber foto: sudewi2000.wordpress.com

Baca juga:

    0 komentar:

    Post a Comment

    My Instagram