[Resensi Film] “Be With You", Kisah Romantis Keluarga Kecil yang Mengharukan

Be With You diadaptasi dari novel best seller Jepang dan merupakan remake film dari judul yang sama di tahun 2004 lalu. Mengisahkan tentang keluarga kecil dimana suatu hari sang ibu meninggal di usia muda, meninggalkan suami dan anaknya yang masih kecil. Tapi kejadian yang aneh terjadi. Sang ibu tiba-tiba ditemukan hidup kembali namun dalam keadaan hilang ingatan.

Film-film korea selalu punya bahan cerita menarik untuk memainkan emosi penonton, terutama dalam kisah-kisah yang mengharukan. Namun beberapa yang saya tonton selalu punya formula yang sama. Misalnya tokoh utama digambarkan punya suatu penyakit kronis, atau salah satu tokohnya meninggal, atau berkutat pada tokoh anak kecil yang ditinggal oleh orang tuanya. Mungkin formula ini memang ampuh untuk mengaduk-aduk emosi penonton sampai bercucuran air mata. 

Be With You atau judul lainnya I Will Meet You masih terbilang punya formula yang sama seperti movie korea lainnya misalnya film Wedding Dress, Miracle in Cell no 7, atau My Last Love dimana peran yang ditonjolkan menitikberatkan hubungan emosional antara anak dan orang tua. Saya rasa ini akan membuat penonton merasa related dengan alur cerita sehingga unsur kesedihannya bisa lebih tersampaikan.

Sinopsis dan Plot Cerita Be With You

Seorang anak bernama Ji Ho telah kehilangan ibu yang sangat ia cintai. Namun ia percaya suatu hari ibunya akan kembali hidup. Ia membaca sebuah buku cerita tentang keluarga pinguin. Katanya, ibu pinguin hilang dan kemudian kembali lagi menemui anak pinguinnya ketika musim hujan tiba. 

Ji Ho dengan kepolosannya percaya saja pada buku cerita tersebut. Ia percaya kalau ibunya juga akan kembali saat musim hujan nanti seperti ibu pinguin yang kembali bertemu anak pinguinnya itu. Ketika tayangan televisi menunjukan bahwa musim hujan akan segera tiba, Ji Ho sangat bersemangat. Karena itu artinya ia akan segera bertemu dengan ibunya. 

Ji-ho pergi ke sebuah stasiun kereta, berharap ibunya turun dari sana dan menemuinya. Namun sampai hujannya reda, ibunya tidak kunjung datang. Ayahnya, Woo-jin tahu kalau Ji-ho hanya terpengaruh oleh khayalan buku cerita yang ia baca. Akhirnya Woo-jin menyuruh Ji-ho untuk pulang. Tetapi di sebuah terowongan rel kereta, mereka bertemu dengan seorang wanita yang tidak sadarkan diri. Ketika didekati ternyata wanita itu adalah ibunya, Soo-ah.

Ji-ho merasa bahagia namun sang ayah justru ketakutan dan menganggap wanita itu sebagai hantu istrinya. Tetapi wanita itu anehnya tidak mengingat apa-apa. Bahkan ia tidak ingat kalau ia sudah menikah dan punya anak. 

(spoiler: ternyata istrinya itu datang dari masa lalu dan bertemu dengan Woo-jin dan anaknya di masa depan. Ia baru tahu kalau di masa depan ia telah menikah dengan Woo-jin dan memiliki seorang anak)

Kisah romantis remaja SMA

Jika kalian pernah menonton film populer dari thailand berjudul First Love (A Little Thing Called Love) yang dibintangi oleh Mario Maurer dan Baifern Pimchanok, pasti kalian merasa kisahnya punya jalan cerita yang mirip. Jadi dalam film ini ada kilas balik tentang kisah percintaan antara Soo-ah dan Woo-jin yang dimulai ketika SMA. Soo-ah adalah murid yang cerdas dan kutu buku sedangkan Woo-jin adalah seorang murid dan atlet renang.

Persamaannya dengan First Love adalah adanya kisah cinta monyet yang bersemi kembali. Soo-ah dan Woo-jin saling jatuh cinta diam-diam dan mereka sama-sama menutupi perasaan mereka sampai mereka lulus SMA. Sayangnya mereka harus berpisah karena tinggal di kota dan kampus yang berbeda. Mereka tak pernah bertemu lagi selama beberapa tahu. Walaupun tak berjumpa cukup lama tapi keduanya masih memendam perasaan yang sama. Bahkan Soo-ah selalu menyimpan pulpen kenang-kenangan dari Woo-jin sampai suatu hari mereka bertemu kembali.

Sama seperti tokoh Nam di First Love, selain punya benda kenang-kenangan dari orang yang dikagumi, Soo-ah juga diam-diam punya sebuah diary yang isinya menceritakan perasaannya pada Woo-jin sejak SMA. 

Kisah percintaan keduanya memang tidak berjalan mulus. Dimulai dari mereka yang sama-sama pemalu, Woo-jin yang sering melakukan hal-hal bodoh hingga membuat Soo-ah malu, sampai hubungannya yang renggang karena Woo-jin menyembunyikan penyakitnya sejak lama.
scene film be with you
scene Be With You (dok. pribadi)
Kilas balik yang maju-mundur

Alur cerita Be with you dibuat maju-mundur maju-mundur ~cantik. Diawal alurnya maju, mengisahkan kisah keluarga kecil Woo-jin, kemudian alur berubah mundur mengisahkan masa remaja Woo-jin dan Soo-ah. Tetapi baru sepotong ceritanya berjalan, alur tiba-tiba berubah maju, kembali mengisahkan keluarga Woo-jin lagi. Lalu berubah maju lagi, mundur lagi, maju lagi. Dan alur tersebut terjadi berulang-ulang. Kalau nontonnya kurang teliti dan tidak fokus maka alur maju-mundur ini akan sedikit membingungkan. 

Setting cerita
Setting cerita diambil dari tahun 2006. Terlihat latar cerita yang mirip seperti kawasan pedesaan yang masih asri, apalagi di beberapa set terlihat seperti daerah yang kumuh. Saya sempat merasa lokasi tempat syutingnya diambil di daerah indonesia walaupun kenyataannya bukan. Rumah keluarga Woo-jin terbilang sederhana dan Ji Ho yang setiap hari sarapan dengan telur goreng ditambah saus tomat. Jadi mengingatkan saya pada masa lalu yang kelam. kkkkeeee~.

Diperankan oleh artis-artis senior sepanjang masa

Dari jaman-jaman sekolah dulu, saya sudah sering melihat wajah aktris Son Ye-jin yang lalu-lalang memainkan beberapa film. Ia selau berakting dengan cantik walaupun saya sering kebolak balik antara So Ye-jin dan Han Ga-in. Karena wajahnya sama-sama mirip, sama-sama cantik, sama-sama lahir ditahun yang sama dan sama-sama mendapat predikat perawan tua. Hehehe~ Bayangkan saja umur mereka 36 tahun tapi belum juga berniat untuk menikah apalagi punya pasangan. Luar biasa bukan?

Ada pula aktor utama, So Ji-sub yang saya tahu dulu dia pernah main film dengan genre roman Always dan A Company Man. sempat merasa risih dengan gaya rambut poni So Ji-sub, terlihat memaksakan pakai poni. Dia sebenarnya lebih keren dengan gaya rambutnya di Always. terlihat lebih bad man. Tidak lupa sang aktor cilik, Kim Ji-hwan yang memerankan tokoh Ji-ho dengan sangat baik. Ji-hwan berakting dengan terlihat alami seperti layaknya anak kecil yang manja.

Uniknya, So-Ji sub dan Son Ye-jin ini pernah main di film yang sama 17 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2001 berjudul Delicious Proposal. Hanya saja mereka bukan berperan sebagai suami-istri, tapi sebagai kakak-beradik. Menurut saya ini lucu. Bahkan ketika saya melihat wajah mereka berdua di film jadul tersebut, saya merasa tidak menemukan banyak perbedaan. Mereka terlihat sama dan awet muda.

Dalam Be With You keduanya juga berakting dengan baik. seperti tokoh Woo-Jin dan Soo-ah digambarkan sebagai sosok pasangan yang setia. Tidak pernah berpaling satu sama lain walaupun bertahun-tahun tidak bertemu. Bertahun-tahun memendam perasaan yang sama tanpa tergoda menjalin hubungan dengan wanita atau pria lain. Kisah kesetiaan yang patut dicontoh oleh penonton. 

Bagi penyuka film roman yang menyentuh dan mengharu biru sampai harus menyediakan banyak tisu, film ini bisa jadi pilihan tepat untuk ditonton. Apalagi Be With You telah menjadi salah satu film roman terlaris di Korea Selatan sepanjang tahun 2018 ini, mengalahkan film dengan genre yang sama seperti Architecture 101 dan The Beauty Inside

+++

Genre: Roman, Fantasi; Sutradara: Lee Jang-hoon; Produser: - ;Penulis: Kang Soo-jine, Lee Jang-hoon; Musik: Bang Jun-seok; Sinematografi: Cho Sang-yun; Penyunting: Nam Na-yeong; Produksi: Movie Rock; Rilis: 14 Maret 2018 (korea) & 23 Maret (Amerika); Durasi: 132 menit; Bahasa: Korea; Negara: Korea Selatan; Anggaran: -

Pemeran: So Ji-sub (Woo-jin), Lee You-Jin (Woo-jin remaja), Son Ye-jin (Soo-ah), Kim Hyun-soo (Soo-ah remaja), Kim Ji-hwan (Ji-ho kecil), Park Seo-joon (Ji-ho remaja)

Baca juga:

    0 komentar:

    Post a Comment

    My Instagram