Katakan Ya atau Tidak?

prosa


Beberapa orang mengenal sebutan "Yes Man" yaitu mereka yang selalu mengatakan "Ya" karena tidak bisa menolak ajakan orang lain. Dia ragu dan merasa tidak enak kalau harus menolak.

Setiap kali ada orang yang mengajak pergi atau melakukan sesuatu, dia tidak bisa menolak. Dia selalu mengatakan Ya meski dalam hatinya mengatakan tidak.

Sulit bagi seseorang yang hidupnya selalu dihantui perasaan tidak enak. Merasa kalau dia menolak atau mengatakan tidak, hal itu akan memicu masalah baru. Bisa jadi dia merasa akan dikucilkan, dianggap sombong dan tidak friendly.

Dia cenderung mengikuti kemana arus membawanya. Tidak punya pendirian untuk melakukan sesuai dengan kemauannya. Dia takut kalau lingkungannya akan memusuhinya.

Sesekali terpaksa mengatakan Ya pada seseorang bukanlah kesalahan. Bisa jadi kita mengatakan Ya karena memang itu demi kebaikan kita juga.

Kita pun hidup bersama orang yang sama-sama ingin dihargai. Jadi ketika kita jadi orang tidak peduli dan selalu menolak ajakan orang, kita malah menjadi sosok yang egois.

Namun, sesekali egois juga diperlukan. Kita tidak bisa menjadi orang yang serba berkata ya dan tidak berani mengambil pilihan berbeda dengan orang lain.

Kita tidak boleh takut menjadi beda, kita tidak boleh takut dengan kritik dan kata-kata negatif orang lain hanya karena kita berani menolak sesuatu dengan mengatakan tidak.

Namun, sulit bagi seseorang untuk tahu kapan harusnya mengatakan Ya dan kapan harus mengatakan tidak. Itu pilihan yang sulit. Dan setiap orang punya pertimbangannya sendiri kapan mereka harus menerima atau menolak ajakan orang lain.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.