[Review Film] Persona (2019), Uniknya Berperan dalam 4 Karakter Berbeda

Review film persona
Poster film Persona
Ketika memutuskan menonton film ini, saya sedang seru-serunya melihat comeback Lee Hi yang tampil dalam konsep yang baru. Dia tampil dewasa (kalau tidak meyebutkan sebagai seksi). Lalu saya merasa konsep comeback Lee Hi kali ini sama persis dengan karakter yang berusaha diperlihatkan IU dalam satu bagian film pendek di film Persona.

Persona bisa disebut sebagai kumpulan 4 film pendek yang dimainkan oleh satu peran utama yaitu oleh IU. Satu filmnya berdurasi antara 19-23 menit. Masing-masing cerita di sutradarai oleh sutradara yang berbeda pula. Empat sutradara itu yaitu Im Pil Sung, Lee Kyung Mi, Kim Jong Kwan, dan Jeon Go Woon.

Persona merupakan bagian dari produksi Netflix original series yang sebelumnya pernah merilis film korea keren lainnya seperti Kindom dan My First First Love.
Review film persona
IU dalam perannya di "Collector"
Bagi yang belum tahu, IU adalah seorang penyanyi solois korea yang memulai karirnya sejak muda. Popularitasnya sebagai penyanyi juga menghatarkannya pada dunia akting. Beberapa film dan drama series pernah IU mainkan. Tetapi film Persona ini merupakan pengalaman pertamanya berperan sebagai tokoh utama.

4 film pendek dalam Persona diantaranya:

1. Love Set
Cerita pertama berjudul "Love Set" dengan setting cerita sederhana dalam sebuah lapangan tenis. Ada 4 tokoh yang satu sama lain merasa jatuh cinta. Tapi IU disini mengisyaratkan cinta terlarang yang bisa kalian baca sendiri alurnya secara tersirat.

Saya sendiri awalnya mengira IU memerankan karakter seorang gadis yang tidak menginginkan ayahnya menikah lagi tapi ternyata ada kejutan yang tidak saya duga. Seperti apa? Silahkan tonton sendiri.

2. Collector
Cerita kedua, berjudul "Collector" yang bercerita gadis menawan yang memikat banyak pria. Nah bagian cerita ini yang saya sebut diawal mengingatkan saya dengan penampilan Lee Hi di comeback terbarunya "No One".

IU tampil sebagai gadis nakal yang nampak mempermainkan pria-pria yang menyukainya. Suatu hari ia dekat dengan pria yang bisa dikatakan sakit hati karena merasa tidak di prioritaskan. IU dalam cerita ini sibuk dengan ponselnya dan terlihat tidak bergairah ketika berbicara dengan pria di depannya. Bahkan IU berbohong dengan diam-diam mencium pria lain.

Cerita keduanya ini agak sadis karena ada visualisasi yang di hyperbolakan. Pria yang jatuh cinta pada IU nampak berada dalam satu imajinasi yang mengerikan. Cerita ini juga berakhir dengan ending mengenaskan, bikin saya mau mual. Jadi saya sarankan jangan menonton bagian kedua film ini sambil makan. Sebab IU terlihat seperti seorang psikopat yang memanfaatkan banyak pria yang cinta mati padanya.

3. Kiss Burn
Ketiga, berjudul "Kiss Burn". Bercerita tentang persahabatan dua gadis SMA. Suatu hari IU datang ke rumah sahabatnya tapi dilarang masuk oleh ayahnya. Sampai akhirnya IU berhasil menemui sahabatnya ketika sang ayah pergi bekerja.

Kemudian sahabatnya bercerita tentang penderitaannya hidup bersama sang ayah. Ia juga bercerita hal konyol tentang pengalaman berciuman. Disini IU memerankan karakter yang sangat care dan berusaha membantu sahabatnya melewati permasalahan hidup dengan ayahnya yang sering menyiksanya. IU yang terlihat lebih strong dan sahabatnya yang lugu memberikan sedikit kelucuan.

4. Walking at Night
Cerita keempat, berjudul "Walking at Night" Bercerita tentang sepasang kekasih yang saling mengobrol dalam satu perjalanan. Mereka bertemu, bercerita dan diketahui kalau ternyata pria ini sedang berbicara dengan kekasihnya dalam mimpi. Obrolan yang mengejutkan ketika saya mengetahui sebetulnya si wanita telah meninggal dan dia bercerita kalau kekasihnya ini lah yang menyebabkan ia meninggal.

Secara keseluruhan ke empat film pendek ini punya konflik cerita yang unik dan tidak biasa. Meskipun saya merasa masing-masing sutradara mengarahkan konflik yang belum terselesaikan dengan baik. Mungkin ini hanyalah film pendek dimana konflik yang dibangun hanya terfokus pada satu premis. Jadi alur ceritanya terasa kurang menghibur dan sedikit membosankan.

Tapi kekuatan film ini sebenarnya ada pada dialog dan atmosfir film yang punya pesan tersirat yang mendalam. Film ini cukup memberikan nuasana gelap terutama pada bagian cerita Collector dan Walking at Night. Dilain sisi, semua film dalam Persona ini terfokus pada tema percintaan yang 'nyeleneh'.

Genre: Romance, AnthologySutradaraIm Pil Sung, Lee Kyung Mi, Kim Jong Kwan, dan Jeon Go Woon; Produser: - ;Penulis: - ; Musik: - ; Sinematografi: - Penyunting: - Produksi: Netflix; Rilis: 11 April 2019; Durasi: 89 menit; Bahasa: Korea; Negara: Korea Selatan; Anggaran: - Rating: 20+

Pemeran: IU, Bae Doona, Park Hae Soo, Kim Tae Hoon, Lee.Sung Wook, Jung Jun Won, Shim Dal Gi

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram