BREAK

Film dan Kebohongan

Sempat terdengar beberapa bulan yang lalu, sebelum Ahok akhirnya di vonis 2 tahun di penjara, ada kabar hoax soal surat ;Pak Ahok Untuk Kita Semua'. Namun nyatanya surat terbuka itu disinyalir hoax. Ada beberapa kabar yang mengatasnamakan seseorang lantas ternyata kabar tersebut hanya dibuat-buat saja. Entah menarik simpati atau justru memunculkan pembenci-pembeci baru.

film
image via pixabay.com
Jika saja kabar hoax itu tidak segera di klarifikasi, maka kabar itu akan selamanya dianggap benar. Ya, kebohongan yang dianggap benar. Sama halnya sebuah film. film adalah salah satu bentuk kebohongan yang dianggap benar. (oke, kanda tahu membahas ahok adalah paragraf pembuka yang buruk).

Ada beberapa film yang diangkat dari kisah nyata, ada pula yang merupakan rekaan sang penulis. Sebuah film adalah jalan cerita yang dibuat seseorang untuk membawa manusia pada sebuah emosi sesaat. 

Film horror, misalkan. Seeorang akan merasa takut, tegang, kaget. Tapi perasaan-perasaan itu akan hilang setelah kita selesai menontonya. 

semua orang tahu kalau film horror tersebut adalah bohong. Mungkin saja mereka tahu siapa pemeran film ini, siapa sutradaranya, siapa produsernya. Tapi kenapa seseorang ketika mereka tahu bahwa film adalah suatu rekaan yang dibuat-buat tapi emosional mereka bisa terbawa?

Film yanag mengandur unsur drama melankolis. Banyak adegan yang memperlihatkan kesedihan lantas kita sebagai penonton menangis. Kenapa kita menangis? Apa kita tidak tahu bahwa film itu bohongan? Kita tahu bahwa pemeran yang menangis di film hanya acting belaka?

Kenapa film begitu digandrungi oleh banyak orang? Apa manusia suka dengan cerita yang dibuat-buat, sandirawa, drama menye-menye, dan merujuk pada satu hal: Kebohongan. Ya, manusia tenyata suka kebohongan yang sebenarnya sudah mereka tahu.

Nalar mereka mengatakan film adalah cerita rekaan / bohongan. Tapi ketika manusia melihat film, ada sugesti dari otak kita yang menganggap bahwa itu adalah sebuah kebenaran yang nyata. Tokoh-tokoh film yang tertawa, sedih, atau marah seperti nyata dan memang dianggap nyata.

Walaupun begitu, manusia tetaplah pecinta film. Sebuah karya yang bisa mempengaruhi gaya hidup seseorang, bagaimana seseorang bertindak, membuka cara pandang atau memberikan manusia hiburan. Ya, film adalah hiburan yang menginspirasi atau bisa jadi hiburan yang membuat manusia sering martubasi dan onani.

Dalam film, didalamnya melibatkan orang-orang dibalik layar, melibatkan berbagai jenis profesi, membuka jutaan lapangan pekerjaan, memiliki potensi keuntungan yang besar dan menggemar fanatik yang luar biasa banyak. 

JANGAN LUPA SHARE KE:

Baca Juga:
Memuat...

Post a Comment

 
Copyright © 2015 :Daffa Ardhan. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates