BREAK

Apa Faedahnya nge-Vlog?

vlogger indonesia
image via static.bhphotovideo.com
Sedari siang, mulut Hayati tidak mau diam. Bibirnya terus nyerocos sampai mirip penggilingan pisang molen. 

Ia duduk di meja menatap komputer jadulnya, membuka situs bernama Youtube. Katanya, ia sebel dengan beberapa temannya yang hari-hari ini sedang asik membuat Vlog. “Apa sih faedahnya vlog buat mereka?” kata hayati. 

Padahal Vlog mereka kurang menarik. Hanya memerlihatkan berapa banyak mereka jajan di Kantin bu Acung, itupun ngutang. Tapi pas bilang mau ngutang ke bu Acung, kameranya di pause dulu biar ga keliatan kere. Sungguh ironis.

Beberapa orang yang kanda kenal mencoba memberanikan diri memegang, dan berbicara depan kamera. Sedang apa mereka? Apa mereka sudah gila? Apa mereka tidak punya teman sampai benda mati seperti kamera di ajak berbicara? Bukan! Bukan! Mereka masih waras walaupun kewarasannya masih perlu diuji.

Itulah yang terjadi pada sebagian orang kekinian. Ada sebagian orang yang melakukannya untuk sebuah Snapgram atau yang lebih asik dan durasinya lebih lama seperti jenis konten Youtube misalnya Vlog. 

Vlog atau video log adalah konten Youtube yang menampilkan tayangan keseharian dari seseorang yang disebut vlogger. Ini sama seperti gejala narsisme yang durasinya lebih panjang dari Snapgram. Vlog biasanya selalu memperlihatkan sisi personal seorang vlogger entah pekerjaannya, kegiatan sehari harinya, atau hobinya.

Biasanya nge-Vlog dilakukan oleh public figure yang dikenal banyak orang. Bisa jadi artis, tokoh atau bahkan seorang pejabat negara seperti Presiden. Namun ada juga orang yang berani membuat vlog padahal dia bukan public figure. Siapa yang mau menonton? Kemungkinan yang nonton cuma keluarga dia, teman temannya, orang nyasar dan sejumlah orang yang ia kenal yang dipaksa nonton vlog nya.

Vlog itu terlihat lebih fungsional pada orang yang memang kepo sama kegiatan seseorang. Contohnya seperti artis. Mereka ingin tahu kegiatan idola mereka diluar aktivitas keartisan mereka. Maka jumlah viewers nya pasti terbilang tinggi.

Namun, Biasanya ada juga beberapa orang yang bukan dari kalangan artis atau public figure tapi vlognya bisa ditonton ratusan ribu orang.  Mereka adalah sang kreator konten youtube. 

Diawal-awal mereka tidak buat vlog. mereka fokus pada konten yang ‘berisi’ dengan membuat tutorial, komedi show, tips and trik, cover lagu dan konten-konten yang bisa menarik banyak orang. Mereka membuat konten tersebut selama beberapa waktu sampai mereka puya basis penonton yang banyak. Maka setelah dianggap punya penonton yang loyal dengan jumlah yang besar barulah mereka berani membuat vlog. Banyak Youtuber yang seperti itu. Contohnya Agung Hampsah atau Gita Savitri. Sekarang mereka lebih banyak bikin vlog daripada konten awal mereka yang lebih berbobot.

“Vlog kalau dibuat sama orang ga terkenal jadi ga menarik, kayak dia nih sok-ngartis” ketus hayati.

Kanda mangangguk tanda tidak mengerti.

“Coba buat vlognya Raisa sedang cuci piring, itu bisa jutaan viewers mungkin. Coba dia bikin vlog lagi cuci piring, sepuluh view juga mungkin hanya dia yang nonton, itu pun diulang ulang sampai 10 kali.

Jadi kalau mau narsis ya dipikir pikir dulu. Kamu itu siapah, artis bukan, presiden bukan, anak presidennya cuma ngarep, ndeso! Lah iki malah berani-beraninya bikin vlog terus ngarep pengen dapet jutaan views. Yang kecuali kamu minta dibully.” timpal Hayati sambil nge-like Vlog temannya.

"eh kok di like sih!?"






JANGAN LUPA SHARE KE:

Baca Juga:
Memuat...

Post a Comment

 
Copyright © 2015 :Daffa Ardhan. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates