Bisnis Sejuta Umat


Tahun lalu kanda sempat tertarik pada sebuah iklan di Facebook. Iklan tersebut menawarkan sebuah aplikasi canggih yang bisa digunakan untuk menyediakan berbagai pembayaran  seperti pulsa, listrik, PDAM, cicilan kredit, tiket kereta atau pesawat hingga online shop. Nama aplikasinya adalah Kudo. Aplikasi itu dapat digunakan sebagai ladang bisnis. Kita tinggal isi saldo minimal 10 ribu maka kita sudah bisa menyediakan jasa pembayaran pulsa, listrik dan lain sebagainya. Keuntungannya antara 5-20% per-transaksi tergantung jenis pembayaran. 

Ketika itu, kanda semangat sekali untuk memulai bisnis di aplikasi itu. Membayangkan kanda bisa mendapat sejumlah uang tanpa perlu modal besar. Kanda pun membayangkan sebuah konter kecil yang berisi seperti konter pulsa namun bedanya didalamnnya orang-orang bisa melakukan pembayaran apa saja. Beli tiket pesawat aja bisa. 

Namun bayangan itu tetaplah jadi bayangan. Tidak pernah menjadi kenyataan saudara-saudara. Kenapa? Saldo sudah isi cukup banyak. Namun kanda tak punya relasi. Dalam berbisnis, relasi itu penting. kita bisa memperkenalkan "jualan" kita ke orang-orang yang kita kenal. tapi dalam masalah ini, kanda paling banter punya beberapa teman yang mungkin hanya akan membeli pulsa saja. Tagihan listrik, PDAM, online shop atau tagihan motor tidak ada satu pun yang tertarik. 

Melihat review dari beberapa blog, ada yang merasa sudah cukup sukses dengan model bisnis ini. Namun tak banyak juga yang akhirnya memutuskan berhenti atau mentok jadi tukang jual pulsa saja. Fitur pembayaran yang keren ini kurang bisa terpakai. Kenapa? Sebab pembayaran alternatif ini sudah lebih dulu dimiliki oleh beberapa pesaing. Di bank swasta, sebenarnya fitur segala jenis pembayaran listrik, PDAM, atau tagihan motor itu sudah ada. Adapun minimarket-minimarket seperti Alfamart dan Indomaret pun sudah menyediakan fitur multi pembayaran ini juga. Belum lagi ditambah pesaing-pesaing lain yang juga menawarkan aplikasi sejenis seperti Pospay, Davestpay dan yang terbaru ada Paytren. 

Jargon model bisnis ini adalah ‘melakukan segala jenis pembayaran dalam satu aplikasi’. Bisnis ini memang model bisnis sejuta umat. Siapapun bisa melakukannya. Namun justru kemudahan yang diberikan tidak menjamin kelancaran dalam berbisnis. Aplikasi ini sebenarnya menyasar masyarakat awam yang belum tahu cara melakukan berbagai jenis pembayaran selain mendatangi kantor yang bersangkutan misalnya bayar motor ya bayar di kantor kreditor motornya.

Aplikasi ini bagi kanda bukan tidak diminati. Hanya saja terlalu banyak pesaing dan pemain bisnisnya. Jadi nampak berlebihan jika kita terlalu menaruh harapan sukses dari bisnis ini (terlepas dari beberapa teman warganet ada yang sukses juga).

Pesaing dan pemain bisnis yang banyak akan mempersengit persaingan bisnis. Akhirnya pemain bisnis yang kecil-kecil, kurang modal untuk promosi dan tidak punya relasi yang besar, satu persatu akan berguguran dengan sendirinya. Ya, namanya juga bisnis.



Note: tulisan ini berangkat dari pengalaman pribadi. Bukan bermaksud untuk membuat pesimis pembaca yang akan atau sedang berbisnis dengan model bisnis seperti ini :)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.