Motivasi Diri Sendiri


motivasi
via pixabay.com
Bila kita melihat seorang anak yang rajin belajar dari sudut pandang anak pemalas. Mereka akan merasa aneh, kok bisa dia rajin belajar? Kok dia bisa belajar terus-menerus, apa ga puyeng tuh otaknya.

“eduunn.. Belajar kayak puyeng otakk euyy” sebuah pernyataan non-formal dari seorang teman ketika beberapa hari menjelang UN kami diberi arahan oleh kepala sekolah.

Ditengah siswa beliau berpesan agar kami selama beberapa hari menjelang UN agar bisa  manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Tinggalkan sementara hal-hal yang menggaggu dan tidak berguna bagi pelajaran. Setiap hari selalu sempatkan waktu membaca dan pelajari materi pelajaran. Selalu.

Dimana saja sempatkan lah diri untuk belajar. Fokus karena nilai UN walaupun tak mempengaruhi kelulusan tetapi akan jadi nilai yang tertulis abadi dalam ijazah, terutama bagi kami yang akan langsung masuk ke dunia kerja. Jadi pertimbangan besar untuk diterima kerja karena perusahaan manapun mempertimbangan nilai UN bagi lulusan SMA yang ingin bekerja di perusahaannya.

Rekasi teman saya itu punya reaksi yang berbeda bila didengar oleh orang lain yang tidak sependapat dirinya. Termasuk saya (mungkin) siswa yang selama ini cukup berjuang keras untuk mendapat nilai UN yang memuaskan. Saya sempat tak habis mikir dengan dia. Bagi saya pesan kepala sekolah tak ada salahnya.

 Terlebih bagi saya yang tidak terlalu rajin belajar. Ketika beberapa hari menjelang UN, saya memang selalu menyempatkan diri selalu belajar. Dan bagi anak super rajin mungkin mereka sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri lebih dari saya.

Ya, ini kembali lagi pada sebuah motivasi. Setiap orang punya motivasi yang berbeda-beda dalam mencapai sesuatu. Ada orang yang begitu gigih, berusaha keras demi menggapai sesuatu yang mereka inginkan ketika teman-temannya hanya bisa melihat dia terheran-heran dengan semangatnya. Bagimana dia bisa se-semangat itu? Ya, itu kembali pada motivasi.

Motivasi yang paling berpengaruh terhadap seseorang adalah motivasi yang berasal dari diri sendiri (internal). Ketika seseorang punya motivasi internal yang kuat, maka sesuatu apapun akan ia jalani, bahkan sesulit apapun rintangan menghadang.

Sedangkan bila kita melihat motivasi yang ‘disuntik’ dari luar (external) terkadang mudah terlupakan. Contoh, sering atau sesekali kita pernah melihat atau mengalami kedatangan seorang motivator, atau ada seseorang entah guru atau pembimbing yang pernah memotivasi kita untuk rajin belajar misalnya.

Saat itu motivasi kita menggebu-gebu, berapi-api. Kita langsung bersemangat dan berpikir untuk segera menggapai keinginan-keinginan itu. Namun sebagian orang, akan kembali lupa dengan motivasi ‘dadakan’ tersebut. Kita melihat acara motivasi, diberi motivasi oleh motivator handal, setelah acaranya selesai, beberapa jam kemudian kita lupa bahwa kita telah diberi motivasi yang sama.

Ya, kadang motivasi yang berasal dari orang lain (external) mudah sekali hanyut terlupakan. Namun itu kembali lagi pada diri kita. Motivasi external bisa saja mudah lupa, atau bisa jadi selalu ingat. Kuncinya (saya pribadi) kadang mengubah motivasi external itu menjadi motivasi internal. Tak sekedar mengikuti apa motivasi yang diberikan motivator namun kita harus bisa mengubah motivasi external itu menjadi motivasi yang bisa kita ‘terjemahkan’ dengan cara kita sendiri dan mengubahkan menjadi motivasi internal yang kuat.

Walaupun itu belum tentu bisa meciptakan motivasi terus bertumbuh lama. Tapi setidaknya kita bisa belajar untuk menumbuhkan motivasi dalam diri kita. Naik turunnya motivasi adalah sebuah kemakluman. Setiap orang pasti pernah merasakannya. Hanya saja belajar menumbuhkan motivasi dalam diri bisa membantu kita disaat kita dilanda kesulitan atau kehilangan motivasi.

Itu sih konsep yang selama ini saya percayai sampai saat ini. Bagaimana caranya? Mulailah dari hal-hal sepele. tumbuhkan motivasi kita untuk bangun lebih pagi atau membantu pekerjaan rumah yang sebelumnya belum pernah kita lakukan. Jangan berpikir bahwa semua itu sia-sia. Pikirkan bahwa setiap hal yang sekarang kita anggap sepele, akan berguna dikemudian hari. Jadi, yuk mari kita belajar memotivasi diri sendiri untuk lebih positif dan produktif!





Diberdayakan oleh Blogger.