Mengatas Namakan CINTA

Mengataanamakan cinta
Film bertemakan cinta. Sering, terlihat monoton dan klise. Namun selalu saja sukses meraup keuntungan banyak bagi industri film. Memanjakan para remaja yang haus akan cinta. Menyamakan persepsi antara perasaan berbunga-bunga para remaja dengan sebuah karya fiksi yang mereka anggap seperti nyata. Lalu mereka jadikan film tersebut sebagai kiblat mereka, panutan mereka atau tolak ukur mereka dalam mencari pasangan.

Maka hal-hal romantis dan so sweet jadi dua hal yang tidak bisa lepas dari pasangan kekasih. Satu hal yang mereka lupa dari rasa berbunga bunga itu.

Mereka menggangap itu CINTA. Mereka mengatas namakan perasaan itu sebagai Cinta.

Padahal perasaan yang mereka rasakan hanyalah sebatas ketertarikan fisik, nafsu atau rasa nyaman.

Ketika racun itu merasuki para melankolis, pikiran mereka akan teralihkan pada satu hal yaitu cinta. Kemudian, tiba tiba mereka menjadi sosok yang sok bijak, menulis segala kata-kata mutiara dalam status sosial media mereka.









Coba tanyakan saja pada pasangan yang baru saja menjalin hubungan. Mau dikasih wejangan apapun, nasehat apapun, mereka tetap sok bijak mengatakan kalau mereka tetap kekeh dengan alasan CINTA. Mereka akan sadar ketika hubungan mereka dengan kekasih mulai retak diujung tanduk. Mereka akan sadar ternyata semua hanyalah PERASAAN yang ada batasnya.

Kata Dokter cinta bilang, pacaran selalu berakhir dengan Sad ending. Bad ending. Berakhir buruk dan selalu berakhir dengan kata ‘Putus’. Ketika mengenal hal itu. Jangan berharap semuanya akan tampak baik-baik saja. Jangan berharap bahwa setiap hubungan sepasang kekasih akan selalu anteng-anteng bae.

Harapan banyak setiap pasangan kekasih seperti ‘semoga langgeng’ adalah harapan yang takkan pernah ada. Bahkan immposible.

Akhirnya penulis pun bingung bagaimana carannya mengakhiri tulisan ini. Namun biarkan setiap pembaca punya persepsi masing masing untuk mengakhirinya. Saya akan membuat mengakhiri tulisan ini seperti sepasang kekasih yang tidak jelas statusnya. Menggantung.
Diberdayakan oleh Blogger.